JawaPos Radar

Sita Alat Berat, Polda Riau Belum Tetapkan Tersangka Kasus Galian C

10/08/2018, 21:26 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Alat Berat
ILUSTRASI: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, belum menetapkan tersangka terkait kasus galian C ilegal. (Tri Widodo/Radar Boyolali/JawaPos Group)
Share this image

JawaPos.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, belum menetapkan tersangka terkait kasus galian C ilegal. Padahal, Jumat (20/7) lalu, polisi telah menyita tiga ekskavator dan dua unit truk di lokasi galian C, di Dusun Tello, Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang, Kampar, Riau.

"Belum (ada tersangka)," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau, Kombes Gidion Arif Setiawan, Jumat (10/8).

Polda beralasan belum ditetapkannya tersangka tersebut, karena Ditreskrimsus menunggu gelar perkara. Sedangkan barang bukti telah disita. Penyitaan tiga ekskavator dan dua truk tersebut, telah disetujui oleh Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang. "Nunggu gelar perkara," kata dia.

Setelah gelar perkara selesai, barulah penyidik dapat menentukan siapa yang akan bertanggung jawab atas dugaan kejahatan pertambangan tersebut.

Diketahui, Pengadilan Negeri Bangkinang telah menerima surat permohonan persetujuan sita dari Kepolisian Daerah Riau. Persetujuan sita itu terhadap barang bukti tiga unit alat berat yang diamankan dari lokasi Galian C di Dusun Telo Desa Muara Uwai Kecamatan Bangkinang.

Humas PN Bangkinang, Ferdian Permadi mengatakan, surat permohonan itu tertanggal 25 Juli 2018. Pihaknya menerima surat itu pada Kamis (26/7). Dalam surat tersebut, dicantumkan tiga unit ekskavator merek Komatsu.

Alat berat itu dinyatakan milik Dodi Syahputra. Diamankan dari Desa Muara Uwai Kecamatan Bangkinang. Sedangkan dua unit truk pengangkut hasil Galian C agar turut disita tidak tercantum dalam surat.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Riau, melakukan operasi penertiban galian C di Dusun Tello, Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang. Dari operasi tersebut, ada tiga alat berat dan dua truk yang diamankan.

Operasi ini dilakukan pada Jumat (20/7) lalu. Di lokasi galian C tersebut, polisi menemukan tiga alat berat yang sedang bekerja. Ada juga dua unit truk yang digunakan mengangkut hasil galian C tersebut.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up