JawaPos Radar

Gempa Lombok, Arek Kepanjen Galang Dana

Uang Rp 27 Juta Terkumpul

10/08/2018, 20:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gempa di Lombok
PACKING: Relawan Arek Kepanjen mengepak barang dan bantuan yang akan disalurkan kepada korban gempa di Lombok. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bencana gempa bumi yang mendera warga Nusa Tenggara Barat (NTB), memantik kepedulian banyak pihak. Tidak terkecuali dengan komunitas warga yang tergabung Arek Kepanjen (AK)

Komunitas yang juga tergabung di grup Facebook dengan anggota di dunia maya sebanyak ratusan bahkan ribuan akun itu, menggalang bantuan bagi para korban gempa di Lombok. 

Agus Setiawan, salah satu relawan AK, menjelaskan, penggalangan dana ini dimulai sejak Minggu (6/8). Penggalangan dana dalam bentuk fresh money, disalurkan dengan cara transfer ke rekening yang ditentukan oleh AK. 

Selanjutnya, agar transparan, dana yang ditransfer ini di-update setiap hari. Kemudian hasilnya diinformasikan kepada pemberi bantuan dan anggota. "Penggalangan bantuan paling akhir hari ini," kata Agus, kepada JawaPos.com, Jumat (10/8). 

Agus menjelaskan, selama hampir seminggu mereka menggalang bantuan, juga berhasil dikumpulkan berpuluh kardus mi instan dan 30 karung pakaian layak digunakan. 

Sementara itu, jumlah uang yang dikumpulkan sejak Minggu hingga hari ini, imbuh Agus, sudah terkumpul sekitar Rp 27 juta. Angka ini diperkirakan akan bertambah. Mengingat waktu penerimaan bantuan hingga pukul 00.00, nanti. "Sebagian uangnya kami belanjakan untuk sembako," kata Agus lagi.

Rencananya, bantuan ini akan diberangkatkan ke NTB, Sabtu (11/8) pukul 07.00 WIB dari Polres Malang. Pasalnya, AK juga bekerja sama dengan Polres Malang, PT Greenfields dan beberapa pihak lainnya. 

Pemberangkatan bantuan, akan dilakukan dengan jalur darat. Mereka menggunakan truk untuk mengangkut sembako dan dua mobil van. "Kami juga membawa tim relawan dan tiga orang untuk memberikan trauma healing," katanya. 

Sebagai informasi berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB), jumlah korban akibat gempa 7 skala richter dan gempa susulannya di wilayah Nusa Tenggara Barat terus bergerak naik.

Masuknya laporan korban yang sebelumnya belum dilaporkan oleh aparat Pemda dan adanya korban yang berhasil dievakuasi menambah jumlah korban.

Dampak gempa bumi magnitude 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali, hingga Jumat (10/8) tercatat 321 orang meninggal dunia. Dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 7, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi. Adanya laporan-laporan tambahan jumlah korban meninggal dunia masih dilakukan verifikasi. Artinya jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang. Namun masih memerlukan verifikasi. 

Pengungsi sebanyak 270.168 jiwa yang tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik. Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up