JawaPos Radar

Gawat, Ternyata Banyak Aplikasi Android yang Mencuri Data Pengguna

08/07/2018, 13:41 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
aplikasi android, android curi data, aplikasi curi data
Ilustrasi: Wajah cemas saat menggunakan smartphone. banyak aplikasi Android yang ditemukan untuk me-record layar ponsel. Malahan secara diam-diam mengirim informasi ke pihak ketiga. (Getty Images/CulturaRF)
Share this image

JawaPos.com – Peneitian terbaru mengungkapkan ternyata banyak aplikasi Android yang ditemukan untuk me-record layar ponsel. Malahan secara diam-diam mengirim informasi ke pihak ketiga. Jika kamu adalah salah satu dari banyak orang yang gemar memasang banyak aplikasi pada ponsel, ada baiknya lebih waspada lagi.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman Mirror, Minggu (8/7), kelompok peneliti dari Northeastern University yang menemukan masalah ini. Elleen Pan, yang bekerja dalam penelitian ini, mengatakan bahwa penelitiannya mengungkapkan beberapa risiko privasi yang mengkhawatirkan dalam ekosistem aplikasi Android.

Aplikasi tersebut banyak memberikan izin media juga berbagi data gambar dan video bersama pihak lain dengan cara yang tidak terduga. Tanpa pengetahuan atau persetujuan pengguna.

aplikasi android, android curi data, aplikasi curi data
Ilustrasi: seseoran (TheVerge)

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis 17.260 aplikasi. Mereka menemukan bahwa banyak aplikasi nakal yang merekam layar dan mengirim rekaman. Ini termasuk GoPuff, aplikasi pengiriman makanan asal Amerika Serikat (AS) yang ditemukan merekam pesan pribadi, informasi pribadi, bahkan kata sandi yang dimasukkan pengguna. Kemudian aplikasi mengirimkan data tersebut ke sebuah perusahaan bernama Appsee tanpa meminta izin pengguna.

Dari 17.260 aplikasi yang dianalisis, para peneliti menemukan lebih dari 9.000 memiliki izin untuk mengakses mikrofon dan kamera. Menanggapi temuan tersebut, Google menyoroti bahwa kebijakannya menyatakan bahwa pengembang harus mengungkapkan kepada pengguna bagaimana data mereka akan dikumpulkan.

Berbicara kepada Gizmodo, juru bicara Google mengatakan bahwa pihaknya selalu menghargai kerja keras komunitas riset. Hal ini untuk membantu meningkatkan praktik privasi dan keamanan online.

Sempat diberitakan sebelumnya, menyoal aplikasi yang diam-diam mencuri data pengguna memang bersliweran di toko aplikasi milik Google. Bahkan oknum tak bertanggung jawab juga memanfaatkan sarana lain seperti browser atau peramban internet pengguna untuk menjerat korban dan mendapatkan data mereka.

Aplikasi tersebut diungkapkan oleh firma riset keamanan siber bernama RiskIQ yang mengungkap aplikasi penghemat baterai palsu bernama Advanced Battery Saver. Aplikasi tersebut diam-diam mendapatkan akses ke data pribadi pengguna. Tidak berhenti di situ, aplikasi ini juga diam-diam menjalankan iklan-klik di latar belakang perangkat Anda.

Dalam blognya, RiskIQ menjelaskan tentang aplikasi penghemat baterai asli tapi palsu itu. RiskIQ mengatakan, meski mungkin tampak jinak, iklan juga mencuri informasi dari ponsel. Termasuk IMEI, nomor telepon, jenis telepon, merek, model, lokasi, dan banyak lagi.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up