JawaPos Radar

Terinspirasi Risma, Puti Bakal Lebarkan Program Pahlawan Ekonomi

14/06/2018, 17:42 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
uti Guntur Soekarno bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
uti Guntur Soekarno bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dok. Timses Media Gus Ipul-Puti)
Share this image

JawaPos.com - Calon wakil gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno akan melebarkan program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda ke level yang tinggi. Program yang diklaim telah berjalan sukses di Surabaya itu akan diadopsi ke tingkat Jatim apabila Puti mendapat mandat rakyat memenangi Pilkada 27 Juni mendatang.

Program tersebut digagas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma menginisiasi program Pahlawan Ekonomi, sejak beberapa tahun lalu. Program ini telah berhasil mengangkat warga yang tidak mampu menjadi pelaku usaha sukses.

Risma mengatakan bahwa program tersebut ditujukan bagi perempuan. "Pahlawan Ekonomi memang dimulai dari kondisi kemiskinan. Harus ada tambahan penghasilan di keluarga, terutama dari ibu-ibu," ucap Risma, Kamis (14/6)

Program tersebut tidak mengambil dana APBD Kota Surabaya. Melainkan membuka keterlibatan perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN. Dengan cara memberi berbagai bentuk pelatihan, pendampingan dan bantuan akses pasar. 

Selain itu juga ada program Risma yang lain. Yakni, Pejuang Muda bagi anak-anak muda. Mereka dilatih untuk memiliki bisnis rintisan. Di usia muda, mereka juga membuka jejaring sosial, termasuk memanfaatkan media sosial.

Sementara itu, Puti mengaku siap belajar dari Risma. "Nanti Bu Risma yang akan jadi konsultan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda di level Jawa Timur,” kata Puti, Kamis (14/6).

Dia tertarik mengadopsi terobosan Wali kota Risma itu, dengan menerapkan di daerah-daerah lain. "Jika Gus Ipul dan saya terpilih, kami akan menerapkan keberhasilan itu di daerah-daerah lain. Dan Bu Risma akan mendampingi," tambah Puti.

Alumnus Universitas Indonesia itu menilai, untuk menanggulangi kemiskinan tidak selalu menggantungkan pada APBD. "Adalah betul, angka kemiskinan di Jawa Timur harus ditangani, dengan kebijakan tepat, serta tidak melulu mengandalkan APBD Jawa Timur. Melainkan, dengan melibatkan perusahaan-perusahaan swasta dan BMUN," papar Puti

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up