JawaPos Radar

Pilpres 2019

Drama Ancaman Tifatul Berakhir, PKS Melunak soal Cawapres Prabowo

12/07/2018, 08:05 WIB | Editor: Estu Suryowati
Drama Ancaman Tifatul Berakhir, PKS Melunak soal Cawapres Prabowo
Sudirman Said (kanan) yang didapuk sebagai penasihat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membeberkan empat skenario paslon yang diusung koalisi Gerindra-PKS-PAN, Kamis (12/7). (Igman Ibrahim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkukuh ingin kadernya dipinang sebagai cawapres di Pilpres 2019. Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengatakan, PKS akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres jika cawapresnya berasal dari partai berlambang bulan sabit kembar. Dia mengklaim, hal itu sudah menjadi kesepakatan antara PKS dan Partai Gerindra.

"Jadi, sesuai kesepakatan awal dengan Gerindra, kami tetap masih mencalonkan Pak Prabowo berpasangan dengan cawapres PKS. Itu nggak bisa ditawar-tawar," ujar Tifatul, Selasa (10/7).

Tifatul menyebut di Pilpres 2019 mendatang, PKS tidak ingin menjadi partai penggembira saja. Sehingga dia menegaskan lebih baik berpisah dengan Gerindra apabila cawapresnya bukan dari PKS.

Drama Ancaman Tifatul Berakhir, PKS Melunak soal Cawapres Prabowo
Keempat skenario tersebut yaitu Prabowo-Gatot Nurmantyo, Gatot Nurmantyo-Anies, Prabowo-Anies dan Prabowo-Ahmad Heryawan. (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)

"Kami nggak mau jadi penggembira saja di Pilpres ini," katanya.

Terpisah, ‎Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono mengaku tidak yakin pernyataan Tifatul Sembiring merupakan sikap dari PKS. "Karena PKS itu yang mengambil keputusan bukan Tifatul sendiri, tapi kolektif. Pasti yang lain punya pandangan berbeda," katanya.

Bahkan Arief juga mengaku yakin PKS tidak akan meninggalkan Gerindra di Pilpres ini. Sebab, dalam politik, segala sesuatunya bisa dikomunikasikan.

Lebih lanjut Arief mengatakan, ‎kalau pun yang diambil sebagai cawapres adalah Anies Baswedan, maka itu sama saja mengakomodasi kepentingan PKS. Sebab, kata Arief, Gubernur DKI Jakarta itu juga merupakan perwakilan dari PKS.

"Misalnya kami mengusung Prabowo-Anies, kan Anies ini menjadi representasinya PKS. Sama seperti di Jakarta, yang merepresentasikan PKS kan Anies," tuturnya.

Sementara PAN yang juga siap bekerja sama dengan Gerindra tidak yakin PKS bakal 'cabut' meninggalkan Prabowo di Pilpres 2019. Sehingga dia menilai ungkapan Tifatul‎ bukan merupakan sikap resmi dari PKS.

"Saya belum yakin apakah itu pernyataan tersebut sebagai pernyataaan resmi partai atau sendiri," ujar Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno.

Eddy juga berharap PKS dapat menerima apabila nantinya cawapres bukan dari kader internalnya. Sebab, keputusan yang diambil pastilah yang terbaik bagi semua pihak.

"Seluruh tokoh politik tentu diperlukan kearifan untuk membuka diri terhadap berbagai opsi dan alternatif pilihan," katanya.

Usai drama ancaman hengkang dari koalisi pada Rabu (11/7), PKS melunak. Mereka kini menerima cawapres Prabowo bukan dari internal partainya.

Penasihat Ketua Umum Partai Gerindra, Sudirman Said mengatakan, saat ini PKS sudah setuju kemungkinan besar cawapres Prabowo Subianto bukan dari internal PKS.

"Iya (nama Anies menguat) sebagai cawapres. Semua juga menyebut (namanya), termasuk PKS," ujar Sudirman Said.

Menurut mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, koalisi Gerindra, PKS, dan Partai Amanat Nasional (PAN) juga telah mempersiapkan kombinasi pasangan capres dan cawapres.

Skenario pasangan calon (paslon) yang diusung adalah Prabowo-Gatot Nurmantyo, Gatot Nurmantyo-Anies, Prabowo-Anies, dan Prabowo-Ahmad Heryawan. Koalisi tiga partai itu menilai kombinasi inilah yang terbaik.

"Karena kalau nggak ada opsi, malah stuck. Kalau ada opsi kan semua muncul dengan argumen dan keputusan baik," katanya.

Ketiga partai tersebut juga sudah kompak menjadikan Prabowo Subianto sebagai capres. Sehingga ke depan tinggal menentukan nama cawapresnya saja.

"PAN sudah katakan siapa pun capresnya akan bersama-sama, dan PKS juga sama. Sejauh ini penerimaan masyarakat paling kuat adalah Prabowo," katanya.

Sudirman juga yakin negosiasi antara tiga partai itu akan berjalan baik. Bahkan semuanya mengedepankan musyawarah.

"Hubungan ketiga parpol itu akan membawa suasana baik. Saya nggak punya kekhawatiran masing-masing akan ngotot dengan yang diinginkan," pungkasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up