JawaPos Radar

41 Masjid Diduga Terpapar Radikalisme, Jimly: Jangan Baper

11/07/2018, 20:16 WIB | Editor: Ilham Safutra
41 Masjid Diduga Terpapar Radikalisme, Jimly: Jangan Baper
Ketua Umum ICMI Jimly Assiddiqie (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Temuan 41 masjid yang diduga terpapar radikalisme ditanggapi santai oleh Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Menurutnya temuan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu angkanya masih kecil.

Dia mengatakan, jika dibandingkan dengan total masjid di Indonesia yang mencapai 1 juta, maka angka 41 itu masih tergolong kecil. "Masjid kan hampir 1 juta di Indonesia. Jadi kalau cuma 41 dikit banget. Kita pun mendengar data seperti itu nggak usah baper, biasa saja," ungkap Jimly di Kantor ICMI Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Lebih jauh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menuturkan, 41 masjid yang diduga terpapar radikalisme itu tidak perlu menjadi bahan keributan. Kini yang perlu dilakukan yakni melakukan pembenahan dan mencegah paham sesat itu menyebar luas. "Seandainya ada yang terpapar, kita betulin aja. Kita harus melakukan pembenahan, karena urusan terorisme itu urusan nyawa," tegasnya.

41 Masjid Diduga Terpapar Radikalisme, Jimly: Jangan Baper
Ilustrasi: 41 masjid diduga terpapar radikalisme. Jimly menganggap angka itu kecil dan tidak perlu dibawa baper. ()

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu menilai suatu kewajaran jika jika pemerintah maupun aparat penegak hukum menghadapi kendala dalam mencegah radikalisme di lingkungan masjid. Sebab di Indonesia tempat peribadahan yang dikelolanya oleh umum. Segala aktifitasnya tidak bisa terkontrol setiap saat.

Berbeda halnya dengan negara-negara Islam lainnya. Di Malaysia maupun Arab Saudi seluruh masjid dikelola oleh pemerintah, sehingga setiap kegiatannya dapat terkontrol.

"Fakta memang masjid itu bebas (di Indonesia), nggak seperti di Malaysia kan, di bawah kerajaan semua, atau kaya di Saudi. Kita kan nggak, masjid dikelola umat masing-masing," tandasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up