JawaPos Radar

Serangan Virus Kuning Intai Petani Cabai, Kenali Gejalanya

10/07/2018, 05:46 WIB | Editor: Imam Solehudin
Virus Gemini
Serangan virus Gemini menyerang para petani di Cianjur, Jawa Barat (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menginstruksikan jajaran Kementerian Pertanian mengawal swasembada cabai yang sudah dicapai. Salah satunya dengan membantu petani menghadapi serangan penyakit.

Adapun Jenis penyakit yang banyak dihadapi petani cabai di Indonesia adalah virus kuning atau yellow leaf curl/virus Gemini. Virus tersebut terdeteksi ditemukan di sentra-sentra produksi utama cabai seperti Cianjur, Kediri, Blitar, Banyuwangi, dan beberapa sentra lain di Indonesia.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Prihasto Setyanto melihat sendiri serangan berat virus ini pada bulan Maret 2018 di Kabupaten Kediri. Persisnya saat melakukan inspeksi lapangan dalam rangka pengawalan produksi aneka cabai menghadapi Idul Fitri 2018.

"Virus kuning menyerang kabupaten Kediri secara masif, lebih dari 80% dari 4000 ha tanaman cabai terserang virus. Ini yang berpengaruh terhadap provitas cabai rawit di wilayah ini,” ungkapnya di Jakarta, Senin (9/7).

“Serangan virus ini diduga karena petani menggunakan benih varietas lokal yang sudah terserang virus kuning sebelumnya" tambahnya.

Uden Suhendar, salah seorang anggota kelompoktani cabai Gede Harapan Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, mengatakan, serangan virus kuning cukup menggelisahkan. Gejalanya diawali dengan daun yang berubah warna lebih pucat, tulang daun memutih.

Selepas itu gejala berkembang menjadi warna kuning, bagian tulang daun menebal, dan daun mengeriting ke arah atas.

“Kalau sudah terserang virus ini, kami menjadi was-was karena terbukti cepat menyebar dan berdampak menurunnya produktivitas panen cabai,” ujarnya.

Daun Cabai Mengecil

Pakar virus dari Universitas Sungkyun Kwan, Sukchan Lee mengatakan bahwa akibat serangan virus ini, daun cabai mengecil dan berwarna kuning terang. Hal itu dia amati setelah berkunjung ke Cianjur 7 Juli lalu.

Sukchan menjelaskan bahwa Virus Gemini ditularkan oleh serangga vector jenis kutu putih atau kutu kebul (Bemisia tabaci). Jika tanaman terserang pada umur muda, biasanya tanaman menjadi kerdil dan tidak berbuah.

“Virus ini memang tergolong bandel dan sulit dimatikan, sehingga tindakan paling tepat adalah melakukan upaya pencegahan,” ungkap Prof Sukchan Lee yang dalam kunjungan tersebut didampingi Kasubdit Aneka Cabai Ditjen Hortikultura, Mardhiyah Hayati dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, TPH setempat.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up