JawaPos Radar

Sambangi Warga Terdampak Sinabung, Mensos Serahkan Rp 6,9 Miliar

10/07/2018, 17:36 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Idrus Marham
Mensos Idrus Marham saat memberikan bantuan kepada warga warga terdampak erupsi Sinabung, di endopo Bupati Karo. (ist/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 7.690 warga di tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Selatan telah menerima Bantuan Jaminan Hidup dari  pemerintah sebesar Rp 6.9 Miliar. Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham berharap uang tersebut digunakan untuk meringankan beban hidup dan ekonomi akibat dampak erupsi Gunung Sinabung.

"Gunakan uang bantuan itu sebesar-besarnya untuk kepentingan keluarga," kata Idrus dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (10/7). 

Idrus secara simbolis menyampaikan bantuan itu di Pendopo Bupati Karo, Sumatera Selatan. Diketahui, penerima bantuan jaminan hidup korban bencana erupsi Gunung Sinabung ini merupakan bagian dari Relokasi Tahap tiga yakni di Siasor.

Penerima adalah warga dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Simpang Empat terdiri dari Desa Jeraya, Desa Pintu Besi, Desa Tiga Pancur, Desa Kuta Tengah, Desa Sukanalu Teran. Kecamatan Namanteran terdiri dari dua desa yakni Sigarang-garang dan Kuta Gugung. Kecamatan Tiganderket di Desa Mardinding.  

"Sejak tahun 2014 hingga tahun 2018 bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung terus disalurkan secara bertahap. Ini sesuai pesan Presiden Joko Widodo agar kebutuhan rakyat terdampak erupsi menjadi prioritas," tegasnya.

Selain bantuan uang, Kemensos juga memberikan tambahan bantuan lain, yakni dua unit mobil angkutan anak sekolah, 24.000 kg ikan makarel, 250 paket perlengkapan anak sekolah serta 20 unit kursi roda. 

Seperti diketahui Gunung Sinabung adalah gunung api strato tipe B. Untuk pertama kalinya, setelah lebih dari 400 tahun, terjadi letusan freatik pada 27 Agustus 2010. Erupsi Sinabung pada 2010 berlangsung dari Agustus hingga September.

Pada tahun 2013, gunung Sinabung kembali erupsi dan terus menunjukan aktivitas vulkanisnya hingga sekarang. Sejak saat itu, gunung Sinabung diklarifikasikan ke dalam tipe A. Status Awas Sinabung pun ditetapkan sejak 2 Juni 2015 hingga kini.

Sejak 2013 hingga sekarang, gunung tersebut tercatat telah erupsi sebanyak 2.314 kali. Korban meninggal akibat erupsi sebanyak 28 jiwa serta korban yang terdampak langsung sebanyak 5.015 KK atau 20.505 Jiwa.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara mengalami erupsi yang cukup besar pada Senin, 19 Februari 2018 pagi, pukul 08.53 WIB. Erupsi memunculkan semburan awan panas hingga mencapai 5.000 meter lebih. Awan yang keluar dalam erupsi tersebut juga menyebar hingga 4,9 km ke arah selatan dan mencapai 3,5 km ke arah timur dan tenggara.

Dampak dari erupsi tersebut menyebar pada delapan kecamatan di Kabupaten Karo, di antaranya Simpang Empat, Namanteran, Payung, Tiganderket, Kutabuluh, Munte, Tigabinanga dan Juhar.

(dms/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up