JawaPos Radar

Kunjungan di Sulsel, Mentan Amran Janji Tak Ada Penyelewengan Bantuan

10/07/2018, 16:17 WIB | Editor: Kuswandi
Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat memberikan bantuan ke Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman kembali meninjau lahan persawahan yang terdampak puso alias gagal panen lantaran musibah banjir. Kali ini, alumnus universitas Hassanudin itu mendatangi Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Di lokasi tersebut, ada sekitar 2861 hektar lahan sawah pertanian yang terendam oleh banjir mencapai maksimal 2 meter. Luapan air itu pun ditengarai berasal dari air kiriman yang berasal dari hulu, yakni Sungai Waelanae yang mengalir dan meluap di Danau Tempe, sehingga menggenangi lahan sawah petani.

Mentan Amran menuturkan, setidaknya ada 200 kepala keluarga yang terdampak isolasi karena banjir tersebut. Namun, pihaknya telah memberikan sejumlah bantuan kepada korban.

"Kita sudah berikan bantuan berupa beras dan air galon bekerja sama dengan pemda," kata Amran saat meninjau banjir di kawasan Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulsel, Selasa (10/7).

Bantuannya pun beragam, mulai dari benih, pupuk sampai dengan escavator guna mengakomodasi keinginan para masyarakat dan kelompok tani. Amran pun memastikan pendistribusian sumbangan nantinya tak akan terhambat oleh pihak tertentu yang berani menyelewengkan fasilitas bantuan.

Diketahui, para penduduk sekitar memang kerap mengeluhkan terkait penyelewengan saluran bantuan oleh oknum ketua kelompok tani. Di mana mereka biasa mengelola berbagai sumbangan dari pemerintah pusat.

Modusnya pun dengan berbagai cara, mulai pembagian yang tak merata kepada seluruh para petani sampai mempersulit pemakaian fasilitas alat tani. Namun, apabila ada pihak dari kementrian pertanian yang ikut dalam jaringan mafia, akan langsung dimutasi.

"Kelompok tani kalau terjadi (penyelewengan bantuan) sampaikan ke publik kirimkan ke saya ada SMS atau ada pak wakapolda sudah tegas. Ini semua masuk ke dalam kelompok mafia ini kita harus beresi negara harus bebas dari mafia khususnya mafia pangan," ungkap Amran.

Tak hanya itu, Amran menegaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kementrian PUPR untuk mengambil langkah strategis menyelesaikan masalah banjir yang terus terjadi setiap tahun. Di antaranya, dengan membangun bendungan di sekitar Danau Tempe.

"Jadi sebelum saya datang sudah koordinasi yang realnya. Kita buat perencanaan ya apakah 2019 atau 2020 gimana ini danau Tempe dengan bendungan. Yang jelas presiden sudah perintahkan selesaikan yasudah selesaikan," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up