JawaPos Radar

Aman Abdurrahman Divonis Mati, Internal JAD Bakal Bergejolak

22/06/2018, 16:50 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Aman Abdurrahman
tokoh kunci di Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman saat akan menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Derry/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dijatuhkannya vonis mati bagi Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman yang dianggap sebagai tokoh kunci di Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bakal membuat organisasi itu berantakan. Pasalnya, kini sudah tidak ada lagi pimpinan utamanya.

Pengamat teroris Al Chaidar melihat organisasi JAD akan mengalami pelemahan jika benar Aman dieksekusi. Bahkan skenario terburuknya internal kelompok itu akan bergejolak karena kehilang sosok pemimpin.

Aman Abdurrahman
Sidang Vonis Aman Abdurrahman di jaga 400 personil polri bersenjata lengkpa dan satu pleton TNI. (Derry/JawaPos.com)

"(JAD) Akan melemah, dan bisa dipastikan akan berantakan," ungkap Chaidar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (22/6).

Meski demikian pelemahan kelompok JAD ini dikatakan tidak akan permanen. Kekuatan mereka akan kembali jika berhasil menemukan pengganti yang tepat.

Chaidar menerangkan, pemimpin tepat yang dimaksudnya yaitu figur yang mampu mengarahkan aksi teror tepat sasaran. Sebab selama ini ia menilai banyak pemimpin teroris yang gagal mengarahkan anak buahnya dalam melakukan aksi teror.

"Kalau nanti diangkat yang baru, sebagai pengganti Aman Abdurahman kemudian ada terobosan-terobosan misalnya dalam artian serangan teror yang dilakukan itu tepat sasaran. Maka akan kuat kembali," terangnya.

Lebih lanjut, Chaidar juga mencontohkan beberapa aksi teror yang salah sasaran, seperti terjadi pembakaran masjid di Tolikara, Papua. Menurutnya kelompok teroris justru melakukan aksi teror di daerah lain yang tidak memiliki keterikatan dengan lokasi konflik awal itu.

Namun, meski Aman sudah akan diekseskusi mati, Chaidar tetap mengingatkan agar aparat penegak hukum tetap bersiaga penuh. Sebab sekalipun terjadi pelemahan JAD, potensi aksi terorisme tidak bisa dijamin akan ikut hilang.

"Ada aksi (terorisme) kalau ada kemungkinan, Iya (masih ada potensi teror)," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up