JawaPos Radar

Aman Abdurrahman Divonis Mati, Ini Dia Dua Calon Penggantinya di JAD

22/06/2018, 18:07 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Aman Abdurahman
Aman Abdurrahman terdakwa otak bom Sarinah dan sejumlah asksi teror lainnya saat hadir di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kiprah Oman Rachman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman di dunia terorisme akan segera berakhir. Sebab pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu telah divonis Mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Pengamat teroris Al Chaidar mengatakan, jika Aman nantinya betul-betul dieksekusi, maka ini diperkirakan JAD akan sangat  kehilangan. Karena mencari pengganti Aman yang sepadan sangat sulit.

"Iya pasti ada perubahan sangat besar sangat berpengaruh (di JAD), karena untuk mencari sosok seperti Aman Abdurrahman itu agak susah yah," ujar Chaidar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (22/6).

Lebih lanjut Chaidar mengatakan jika dilihat dari stok figur yang ada di JAD sekarang, ada dua nama potensial pengganti posisi Aman. Yakni Khalid Abu Bakar dan Zainal Anshori. Mereka adalah figur yang memiliki pengatuh besar di bawah Aman.

"Tadinya saya pikir ada Abu Husna tapi Abu Husna dia tidak akan mau mengurusi JAD karena masih punya jamaahnya sendiri. Jadi tetap Khalid Abu Bakar atau Zainal Anshori (calon kuat penggantinya)," terangnya.

Meski demikian lanjut Chaidar, dua sosok itu belum selevel dengan Aman. Sebab kemampuan mereka sejauh ini hanya sebatas merekrut dan mendoktrin orang untuk melakukan bom bunuh diri.

Selain itu jika dua figur itu diangkat menjadi bos besar dapat memicu terjadinya perpecahan dalam kelompok. Sebab mereka yang memerintahkan satu keluarga di Surabaya melakukan bom bunuh diri beberapa waktu lalu. Sedangkan fatwa tersebut secara tegas dilarang oleh Aman.

"Karena Khalid Abu Bakar dan Zainal Anshori ini yang menyuruh melakukan bom keluarga (Surabaya) itu, sementara bom itu dilarang oleh Aman Abdurrahman ini akan terjadi perpecahan lagi, akan terjadi kemunduran bagi organisasi JAD," tegas Chaidar.

Namun jika situasi mulai mendesak dan Aman akan dieksekusi, maka Chaidar memperkirakan Khalid atau Zainal akan dipaksakan dipilih menjadi pimpinan baru.

Lebih jauh Chaidar menduga penunjukan Khalid dan Zainal sudah disampaikan sendiri oleh Aman kepada jamaahnya sejak jauh-jauh hari. Namun jika hal itu belum terjadi, JAD akan menentukan bos barunya melalui pemilihan di kalangan internalnya.

"Itu (pemilihan Khalid atau Zainal) sudah ditunjuk oleh Aman Abdurrahman sendiri. Sebelumhya sudah menyampaikan, kalaupun tidak disampaikan akan ada pemilihan diantara mereka," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up