JawaPos Radar

Bamsoet Cermati Hasil Riset soal Masjid BUMN Terpapar Radikalisme

10/07/2018, 07:36 WIB | Editor: Imam Solehudin
Bamsoet
Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah dan koleganya mencermati hasil riset Lembaga Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Yakni terkait masjid di lingkungan pemerintahan yang diduga terpapar radikalisme (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Hasil riset Lembaga Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) patut dicermati. Merujuk hasil penelitian mereka, sekitar 41 dari 100 masjid di lingungan pemerintahan, baik di BUMN, lembaga negara, maupun kementerian, terindikasi disusupi paham radikal.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, temuan P3M tak bisa dianggap sepele. Menurutnya, harus ada klarifikasi soal temuan itu yang diikuti tindakan-tindakan antisipatif.

Bamsoet-sapaannya- mengatakan, Komisi VIII DPR yang membidangi urusan keagamaan bisa menindaklanjuti temuan itu, dengan menggelar rapat kerja bersama menteri agama. “Undang pula P3M untuk meminta penjelasan mengenai sejumlah mesjid yang disusupi paham radikal tersebut,” ujar dia di Jakarta, Senin (9/7).

Legislator Partai Golkar itu juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendalami temuan P3M. “Untuk melakukan tindakan pencegahan apabila benar ditemukan adanya paham radikal,” ujar mantan ketua Komisi III DPR itu.

Menurut Bamsoet, temuan P3M juga menjadi pengingat bagi BNPT, kementerian/lembaga (KL) dan BUMN untuk selalu mewaspadai radikalisme. Selain itu, lanjut dia, peningkatan pengawasan atas radikalisme juga harus dibarengi dengan pendidikan tentang nasionalisme.

“Meminta BNPT, BUMN, lembaga negara, dan seluruh kementerian di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan di dalam rumah ibadah di lingkungannya. Kemudian menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Bhinneka Tunggal Ika,” cetusnya.

Lebih lanjut Bamsoet meminta Kemenag agar memberikan pelatihan dan penyuluhan secara berkala kepada para tokoh agama dan ulama, yang biasa menyampaikan ceramah keagamaan. “Agar ceramah yang disampaikan bisa memupuk rasa damai dan kekeluargaan antar-umat beragama,” pungkasnya

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up