JawaPos Radar

Fornas Bhineka Tunggal Ika: Radikalisme Musuh Peradaban

06/07/2018, 19:05 WIB | Editor: Imam Solehudin
Fornas Bhineka Tunggal Ika
Fornas Bhineka Tunggal Ika mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai paham radikalisme. Salah satunya dengan mengimplementasikan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Radikalisme merupakan paham yang harus dibumihanguskan. Terlebih dalam konteks politik.

Menurut Sekretaris Jenderal Forum Nasional (Fornas) Bhineka Tunggal Ika, Taufan Hunneman, radikalisme politik sejatinya memiliki arti perjuangan politik yang dilakukan pribadi atau kelompok.

Hanya saja konteksnya berbeda dengan era Orde Baru dan sekarang. Ketika zaman sebelum reformasi, mahasiswa dan kelompok politik wajib menjadi radikal.

"Sebab politik Orde Baru memberangus semua perbedaan pendapat. Itu karena sifat dan watak pemerintah yang otoriter," kata Taufan kepada JawaPos.com, Jumat (6/7).

Sementara sekarang, lanjut Taufan, semuanya justru serba terbuka. Radikalisme politik mengarah kepada politik kekerasan atas nama keyakinan yang tidak relevan.

"Termasuk mengganti kesepakatan politik yang dibangun oleh para pendiri bangsa," lanjut dia.

Taufan menilai bahwa radikalisme merupakan musuh peradaban. Pasalnya, di dalamnya ada proses dehumanisasi yang mengingkari politik kedaulatan menjadi politik pembenaran kelompok.

"Imbasnya identitas kelompok radikal ini sesungguhnya bukan perjuangan mulia. Justru ingin membawa negara menjadi anti demokrasi, pembungkaman, bahkan menjadikan keseragaman," tegas dia.

Terkait wacana Rembuk Nasional 1998, Taufan menyambutnya dengan positif. Menurutnya, hal tersebut bisa memperkuat serta meneguhkan semangat menjaga Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up