JawaPos Radar

Moeldoko: Pancasila Masih Valid dalam Berbagai Dinamika

03/06/2018, 01:05 WIB | Editor: Kuswandi
Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan bahwa belakangan ini relevansi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mulai diusik dan dipertanyakan. Kata dia masih validkah, lantas dirinya menjawab Pancasila tentu saja masih valid dalam berbagai dinamika sosial, dinamika politik, dan dinamika persaingan global. masyarakat tidak perlu khawatir.

"Pancasila adalah ideologi yang terbuka, ideologi yang dinamis. Bagaimana mengejawantahkan, itu bisa disesuaikan dengan perkembangan lingkungan," ujar Moeldoko saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (2/6).

Pancasila
Pancasila (istimewa)

"Karena sifatnya yang terbuka, diskursus tentang hal itu pasti akan terjadi. Silakan mendiskursuskan Pancasila. Syaratnya, kuatkanlah ideologi kita terlebih dahulu. Kalau tidak kuat, justru kita bisa dimakan atau termakan," katanya.

Moeldoko juga memaparkan korelasi antara agama dan Pancasila dalam konteks bernegara. Kata dia, hubungan antara agama dengan Pancasila adalah hubungan yang saling memperkuat. Bukan saling bertentangan.

"Konsep Pancasila digali dari nilai-nilai yang luhur,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai di dalam Pancasila dapat dipahami dalam tiga tataran, yakni nilai filosofis, nilai instrumentalia, dan nilai pragmatis.

Sebagai nilai instrumentalia misalnya, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku dalam negara hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pancasila dijadikan rujukan untuk membuat konstitusi dan aturan-aturan hukum di bawahnya,” tuturnya.
‎‎
Moeldoko juga menggambarkan, dalam konteks keadilan sosial sebagaimana tertuang pada sila ke-5 Pancasila, apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah bagian dari perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena pembangunan sekarang lebih merata dan bergerak ke timur sehingga pembangunan menjadi lebih seimbang. Begitu juga dengan tekad Presiden Jokowi mewujudkan kebijakan BBM satu harga di seluruh tanah air.

"Begitu juga dengan adanya kartu pendidikan dan kesehatan dalam bentuk KIP dan KIS. Belum lagi pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat, termasuk sertifikat untuk masjid dan pesantren,” pungkas Moeldoko," imbuhnya.

Selain itu, Moeldoko mengaku bahagia bisa bersilaturahmi dalam peringatan hari yang luar biasa tersebut dengan anak-anak muda NU yang kecintaannya terhadap bangsa dan negara tak perlu dipertanyakan lagi.

"Organisasi Ansor dan Banser ini luar biasa. Tidak hanya luar biasa, tapi juga biasa di luar," katanya.

Biasa di luar itu menurut Moeldoko adalah Ansor dan Banser ini sebagai kiprah para anggotanya dalam kegiatan sosial di luar organisasi, peduli terhadap sesama yang membutuhkan, mengamankan saudara sebangsa yang sedang beribadah, termasuk bersilaturahmi dengan berbagai kelompok masyarakat.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up