JawaPos Radar

Polri Terseret Politik Praktis, Pengamat Desak Pembenahan

02/07/2018, 16:22 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Polri Terseret Politik Praktis, Pengamat Desak Pembenahan
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi catatan serius bagi pihak Kepolisian di Hut Bhayangkara ke-72. Pandangan itu disampaikan Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar.

Dia menilai, belum terungkapnya kasus Novel Baswedan dan beberapa kasus yang diduga bersifat politis, dikarenakan Polri cenderung terseret ke arah politik praktis. Kondisi tersebut disebabkan karena secara strukrural fungsi Kepolisian dinyatakan sebagai salah satu fungsi pemerintahan.

Hal tersebut tertuang pada Pasal 2 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian. "Juga (disebabkan) posisi Polri di bawah presiden," kata dia saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (1/7).

Di sisi lain, presiden selaku kepala negara juga seperti membiarkan keadaan tersebut. "Padahal seharusnya mencegah jangan sampai terjadi (polisi terseret ke politik praktis). Masalah struktural Kepolisian Indonesia ini harus diatasi," tegasnya.

Untuk itu, Bambang berpendapat UU tentang Kepolisian perlu dibenahi. "Benahi posisi Kepolisian, benahi organisasi Kepolisian. Benahi tugas Kepolisian," pungkasnya.

Sekadar informasi, pada 11 April 2018 lalu, kasus penyiraman terhadap Novel genap satu tahun. Hingga kini, polisi belum juga menemukan pelaku penyiraman air keras ke penyidik KPK itu.

Novel sendiri selalu mengutarakan kekecewaannya dalam penanganan kasus ini. Novel menilai kasus penyerangan seperti ini tak boleh diremehkan dan dibiarkan.

Novel merasa kecewa karena proses pengungkapannya belum menemui titik terang. Dia menduga, pihak yang berwenang memang belum mau mengungkap secara jelas kasusnya.

Sebelumnya pun dia sempat menyebut ada jenderal polisi yang terlibat dalam insiden dini hari selepas salat subuh itu.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up