JawaPos Radar

Ketua Komisi I DPR Minta Istana Jelaskan Kepergian Gus Yahya ke Israel

14/06/2018, 12:15 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Abdul Kharis Almasyhari
Abdul Kharis Almasyhari minta Istana jelaskan kepergian Gus Yahya ke Israel. (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), ‎Yahya Cholil Staquf datang ke Israel, dengan alasan memenuhi undangan konferensi hubungan Yahudi-Amerika di Yerusalem Palestina. Hal itu pun lantas menjadi sorotan dan menuai keceman.

Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan ‎Gus Yahya secara tidak langsung telah merusak jalan diplomasi Palestina yang telah ditempuh oleh Indonesia sejak lama.

Apalagi, lanjutnya, Indonesia beberapa waktu lalu mendapatkan amanah terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB. Tapi belum sempat bekerja malah dibuat malu didepan dunia internasional dengan arogansi seorang Gus Yahya.

"Semoga ada sikap tegas Presiden Jokowi terhadap Staquf. Jelas sekali Staquf telah menyakitkan Palestina dan Indonesia bahkan dunia Islam," ujar Kharis saat dihubungi, Kamis (14/6).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan Gus Yahya tidak bisa begitu saja mengatasnamakan pribadi lantas pergi ke Israel. Mengingat, dia saat ini menjabat sebagai Anggota Watimpres melekat.

Oleh sebab itu, kembali Kharis mendesak Istana untuk bersikap tegas atau setidaknya memberikan klarifikasi.

"Istana harus jelaskan sejelas-jelasnya, di mana posisi Presiden Jokowi terhadap langkah Staquf, sudah clear posisi kita bersama Palestina jadi rusak karena nila setitik yang ditorehkan Staquf," katanya.

Lebih lanjut, Kharis menambahkan hubungan diplomatik yang kuat dengan Palestina selama ini telah dilanjutkan dengan baik oleh pemerintahan Jokowi melalui langkah-langkah politik luar negeri. Semua itu terimplementasi dalam kebijakan kementerian luar negeri.

"Siapapun dan atas nama apapun seharusnya dia bisa menempatkan diri di mana dan kapan harus mengambil tindakan yang tepat terkait Palestina, apalagi di saat situasi di sana sedang memanas pasca tewasnya ratusan warga dan ribuan yang terluka di Gaza," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up