JawaPos Radar

Buang Budaya Koruptif, Begini Amanat Jokowi ke Polri

11/07/2018, 14:20 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Buang Budaya Koruptif, Begini Amanat Jokowi ke Polri
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jendral Tito Karnavian. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak berpuas diri atas capaiannya saat ini. Menurutnya, ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan.

Pertama, kata Jokowi, yakni dengan memantapkan soliditas internal dan profesionalisme Polri. Hal tersebut guna menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks.

Kedua, melakukan perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan yang ada. "Terutama dalam penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan," ujarnya saat menyampaikan amanat upacara syukuran HUT Bhayangkara di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Buang Budaya Koruptif, Begini Amanat Jokowi ke Polri
Upacara HUT Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta Pusat. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

Ketiga, lanjut dia, menghindar dari korupsi. "Buang budaya koruptif dan hindari tindakan yang berlebihan serta tingkatkan kepercayaan publik kepada Polri," tutur Jokowi.

Keempat, mengedepankan langkah-langkah pencegahan dan tindakan humanis dalam menangani setiap permasalahan sosial yang timbul. Kelima sekaligus yang terakhir, meningkatkan sinergi, koordinasi, dan komunikasi dengan TNI, serta semua elemen pemerintah hingga masyarakat dalam menjalankan tugas.

Jokowi yakin dengan ikhtiar untuk melakukan perbaikan-perbaikan meningkatkan soliditas dan profesionalisme, maka Polri akan menjadi institusi yang semakin dipercaya dalam menjaga stabilitas, kamtibmas, dan penegakan hukum. "Serta sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," pungkasnya.

Diketahui, dalam acara itu pula, Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan bahwa lembaganya semakin dipercaya publik. Hal itu ditunjukkan dari sejumlah haail survei baik dari lembaga dalam negeri maupun luar negeri.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up