JawaPos Radar

DPRD Bakal Panggil Wali Kota Makassar soal Pemecatan Camat

20/06/2018, 22:11 WIB | Editor: Yusuf Asyari
DPRD Bakal Panggil Wali Kota Makassar soal Pemecatan Camat
Muh Ramdhan "Danny" Pomanto (Fajar.co.id/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - DPRD Kota Makassar bakal segera memanggil Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto. Pemanggilan tersebut untuk meminta klarifikasi Danny terkait hak interpelasi yang diusulkan oleh anggota dewan.

Ketua DPRD Kota Makassar, Faoruk M Betta mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah pimpinan menggelar rapat konsultasi terlebih dahulu. Kemudian, memanggil para inisiator hak interpelasi terhadap Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Selanjutnya, Farouk mengatakan karena memang waktu sebelumnya sudah diajukan hak interpelasi kepada pimpinan itu memenuhi syarat. Maka, pimpinan akan menyesuaikan dengan perintah tata tertib menindaklanjuti usulan interpelasi tersebut.

“Kita akan memanggil semua yang berkompeten dengan persoalan itu, termasuk Wali Kota dan camat,” kata Farouk, Rabu (20/6).

Menurutnya, dewan akan meminta klarifikasi terhadap Danny Pomanto dan camat terkait adanya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 dalam Pasal 71 ayat (2). Salah satunya camat tidak netral.

Dia mengatakan, memang, Danny Pomanto setelah kembali aktif dari cuti sebagai Wali Kota Makassar langsung memecat 15 Camat. Namun, pertanyaannya, apakah pihak pemerintah kota sudah menegur secara lisan maupun tertulis?

"Kan tidak boleh tiba-tiba menunjukkan orang, itu salah satu mungkin dari kemungkinan hal-hal substansi yang akan dipertanyakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pimpinan akan segera menindaklanjuti usulan hak interpelasi setelah libur cuti Lebaran, sekitar Kamis (21/6/).

“Secepatnya, Hari Kamis pada saat masuk klarifikasi, paling mungkin Senin sudah mulai,” tandasnya.

Sekadar informasi, hak interpelasi diajukan ke pimpinan dewan lantaran Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto mencopot 15 camat sekaligus secara tiba-tiba tanpa ada dasar yang jelas.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up