JawaPos Radar

Soal Keluhan PPDB, Risma: Masyarakat Berhak Milih Sekolah

16/07/2018, 23:52 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan sambutan pada perhelatan Cross Culture Festival di balai kota Surabaya, Senin (16/7) malam. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah ketua yayasan sekolah SMP swasta di Surabaya mengeluhkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) beberapa waktu lalu. Sistem PPDB saat ini diklaim menyebabkan penurunan jumlah siswa.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dirinya tidak tahu bagaimana sistem PPDB berdampak negatif pada sekolah swasta. Dia juga mengaku tidak tahu berapa siswa yang mendaftar ke SMP negeri dan swasta.  

Yang jelas, lanjutnya, setiap siswa berhak memilih sekolah yang diinginkan. Pemerintah kota Surabaya tentu tidak melarang jika ada lulusan SD yang memilih SMP swasta

"Masyarakat berhak milih (sekolah SMP). Kami sebagai pemerintah kota, nggak bisa memaksa," kata Risma usai membuka Cross Culture Festival di balai kota Surabaya, Senin (16/7).

Risma menjelaskan, jumlah lulusan SD memang lebih banyak dibanding tahun lalu. Karenanya, Risma memandang perlu ada layanan pendidikan baru. 

Salah satunya, pembukaan sekolah baru. Yakni, SMP Negeri 62. Lokasinya, di kecamatan Gunung Anyar. Namun, Risma menegaskan kuota PPDB di sekolah negeri tidak berubah.

"Jumlah lulusan SD tahun ini memang lebih banyak. Tapi pastinya ada (pengelola) sekolah swasta yang menambah kapasitasnya," jelas Risma. 

Sebelumnya diberitakan, sejumlah guru dan pengelola yayasan Surabaya sudah melayangkan keluhannya. Yakni, terkait dampak kebijakan kuota PPDB tahun ini.

Para pengelola dan guru sekolah swasta tidak berharap pemerintah kota Surabaya mengubah kebijakan PPDB. Hanya, mereka berharap proses PPDB jangan malah merugikan eksistensi sekolah swasta kedepannya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up