JawaPos Radar

Indramayu Menyambut Malam Lebaran

Gemerlap Lampu Payung dan Bambu Hiasi Kampung Dodog

14/06/2018, 16:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kampung Dodog
MENGHIAS KAMPUNG: Menyambut malam hari raya, Warga Blok Dodog, Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, menghias kampung halamannya dengan aneka hiasan lampiu, Rabu (14/6) malam. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Euforia masyarakat menyambut Hari Raya Idulfitri diekspresikan dengan berbagai macam cara. Salah satunya oleh Warga Blok Dodog, Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Menyambut hari raya Lebaran, Masyarakat Dodog nampak antusias mendekorasi wajah kampungnya dengan aneka kreasi. Dari berbagai macam hiasan dan pernak perniknya, ornamen yang paling khas dari Kampung Dodog adalah lampu bambu, lampu payung dan lampu bola.

Gemerlap warna-warni lampu bola dan bambu di sepanjang jalan utama desa, menghiasi kemeriahan saat malam takbiran di Kampung Dodog, Indramayu.

Setiap tahunnya, Warga Dodog menghias kampung halamannya untuk menyambut hari raya dikespresikan dengan cara berbeda-beda. Menurut tokoh pemuda desa setempat, Abdul Mughni mengatakan, menghias kampung menjelang malam Hari Raya Lebaran dilakukan sejak 2011 lalu.

Insiatif menghias kampung itu muncul dari ide para pemuda warga yang ingin merayakan kemeriahan dan kebersamaan saat Lebaran tiba. Kreasi pertama kali warga menghias kampungnya dengan cara memasang obor minyak di sepanjang jalan.

"Menghias kampung ini sudah dari 2011 lalu. Sekarang sudah menjadi tradisi saat menyambut malam Lebaran. Tahun ini kami pakai lampu bola dan lampu bambu. Sebelummya pernah pakai hiasan payung, dan obor minyak," ujar Mughni kepada JawaPos.com, Kamis (14/6).

Kreasi hiasan lampu bambu dan lampu bola yang terpasang di sepanjang jalan Blok Dodog, Desa Sendang ini rencananya akan terus dinyalakan hingga H+7 Lebaran. Di malam lebaran ini, warga setempat pun akan nonton bareng film dokumenter.

"Selain menyambut dengan takbiran, warga di sini berkumpul untuk menonton film dokumenter yang sudah disediakan panitia," ujarnya.

Pemuda lainnya, Abdul malik menungkapkan, dekorasi Kampung Dodog dilakukan secara bersama-sama dengan pemuda juga untuk menghindari pengaruh negatif. Karena warga setempat sering kumpul, maka harus dikonsentrasikan pemikirannya ke ide-ide kreatif.

Dia berharap, tradisi tahunan menghias desa yang dilakukan para pemuda Kampung Dodog Desa Sendang ini dapat terus dilestarikan.

"Ingin kami setiap tahun ada ide-ide kreatif lain dari anak-anak muda. Agar lebih inovatif dan lebih punya makna," pungkasnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up