JawaPos Radar

Dianggap Menghina Kiainya, Wasekjen Gerindra Marah Besar ke Fadli Zon

13/06/2018, 01:22 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Mohammad Nuruzzaman
Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Mohammad Nuruzzaman (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Wasekjen DPP Gerindra Mohammad Nuruzzaman sekaligus pengurus PP Gerakan Pemuda Ansor NU mengaku kecewa dan marah kepada Waketum Fadli Zon atas cuitannya di Twitter yang menyinggung KH Yahya Cholil Staquf pada acara AJC di Israel beberapa waktu lalu.

Nuruzzaman mengaku geram dengan cuitan Fadli Zon yang memelintirkan isu politik kunjungan kiainya dengan tagar #2019GantiPresiden.

"Hari ini, saya marah. Kemarahan saya memuncak karena hinaan Saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf, terkait acara di Israel yang dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden. Saya menyatakan mundur dari Gerindra," katanya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (12/6).

Cuitan Fadli Zon
Cuitan Fadli Zon yang dirasa menyinggung kiainya. (Screenshot)

Sebagai santri, Nuruzzaman merasa tersakiti atas sikap Fadli yang sudah menghina Sekjen PBNU KH Yahya Colil Staquf terkait kunjungan ke Israel.

Sebagai kader Partai Gerindra, Nuruzzaman menyatakan mengundurkan diri melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Bahkan, surat pernyataan pengunduran dirinya sudah tersebar di media sosial Twitter dan WhatsApp.

"Sebagai kader Gerindra hari ini mundur. Dan saya pastikan, saya akan berjuang melawan Gerindra sampai kapan pun. Fadli Zon sudah menghina kiai kami," katanya.

Dirinya mengaku, keinginan mundur dari partai besutan Prabowo Subianto itu sudah sejak akhir 2017 lalu karena keterlibatan Gerindra menyebar isu SARA demi kepentingan politik pada Pilgub DKI Jakarta lalu. "Saya dari dulu ingin mundur dari Gerindra. Sekarang waktu yang tepat," pungkasnya.

(ce1/wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up