JawaPos Radar

Bentrokan Empat Lawang, KPU Minta Bawaslu Segera Lakukan Kajian

13/06/2018, 17:50 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bentrok Empat Lawang
Kondisi tempat kejadian perkara bentrok antar timses dua paslon Bupati Empat Lawang, Selasa (12/6) sore. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com – Terjadinya bentrokan berdarah di Empat Lawang membuat sejumlah pihak terhenyak, tak terkecuali Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel). Mereka pun meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk segera mengkaji kejadian tersebut agar tidak semakin parah.

Ketua KPU Sumsel Aspahani menerangkan, perlu ada kajian apakah bentrokan ini berkaitan dengan kampanye atau tidak. Kalau tidak maka bentrokan ini masuk dalam kategori kriminal murni karena di luar kegiatan pemilu.

Namun, jika ada kaitannya dengan kampanye tentunya akan ada proses tindak lanjut dari Bawaslu Sumsel. "Biasanya yang mengkaji dan menganalisis kejadian ini dari Bawaslu. Jadi kami minta segera dianalisis," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (13/6).

Bentrok Empat Lawang
Seorang pendukung diketahui menjadi korban dari insiden berdarah tersebut. (Istimewa)

Jika nantinya Bawaslu telah menganalisis maka biasanya mereka akan mengeluarkan rekomendari ke KPU untuk menindaklanjuti kejadian bentrokan tersebut. Karena itu, ia mengaku masih menunggu dari Bawaslu.

Sejauh ini belum ada rencana penundaan terhadap Pilbup di Empat Lawang karena dampak penundaan sangat luas dan tentunya merugikan. "Mudah-mudahan suasana bisa kembali kondusif karena sebentar lagi sudah mau Pilkada," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumsel, Junaidi menambahkan, saat ini pihaknya masih terus mengupayakan proses penggalian data dan kronologi bentrokan timses dua paslon yang mengakibatkan korban jiwa dan luka tembak ini.

"Kami belum dapat sampaikan karena akan kami uji dan proses dulu sesuai aturan yang ada," singkatnya. 

Seperti diketahui, bentrokan berdarah antartimses terjadi di Empat Lawang, Sumsel, Selasa (12/6) sore. Dalam kejadian tersebut satu orang tewas dan tiga orang mengalami luka tembak.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain menduga bentrokan ini dipicu tidak netralnya panitia pengawas kecamatan (Panwascam), sehingga memancing emosi timses hingga terjadi bentrokan, bahkan ada insiden penembakan.

(ce1/lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up