JawaPos Radar

Alasan Pengungsi Syria Pilih Lari ke Perbatasan Israel dan Yordania

21/07/2018, 10:40 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Alasan Pengungsi Syria Pilih Lari ke Perbatasan Israel dan Yordania
Para pengungsi yakin kalau tentara Syria tidak akan mau terkibat pertempuran dengan tentara Yordania dan Israel makanya mereka lari ke perbatasan kedua negara tetangga Syria tersebut (Maszol)
Share this image

JawaPos.com - Perjanjian perdamaian yang didukung Rusia dicapai antara tentara Syria dan pemberontak Syria di Syria Selatan. Seperti dilansir Jerussalem Post, ribuan warga Syria yang melarikan diri dari pertempuran mulai kembali ke rumah mereka awal Juli 2018.

Menurut laporan dari The Syrian Observatory for Human Right sebanyak 28.000 pengungsi Syria sedang dalam perjalanan kembali ke rumah mereka di Syria Selatan. Sebelumnya Sekitar 320 ribu warga Syria melarikan diri dari Syria sejak pertempuran mencapai Kota Daraa yang terletak di selatan negara itu selama Juni.

Para pengungsi melarikan diri ke perbatasan Syria dengan Yordania, dan perbatasan Syria dengan Israel. Para pengungsi yakin kalau tentara Syria tidak akan mau terkibat pertempuran dengan tentara Yordania dan Israel makanya mereka lari ke perbatasan kedua negara tetangga Syria tersebut.

Alasan Pengungsi Syria Pilih Lari ke Perbatasan Israel dan Yordania
Pengungsi Syria di perbatasan Yordania (Jewish Telegraphic Agency)

Baik Israel dan Yordania berupaya meningkatkan kontrol perbatasan mereka. Kedua negara tak akan membiarkan pengungsi masuk ke negara mereka. Namun baik Israel maupun Yordania terus mendistribusikan bantuan bagi pengungsi di perbatasan Syria dengan negaranya.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi menyatakan, Yordania sekarang menghadapi 60 ribu pengungsi yang saat ini berada di dekat perbatasannya dengan Syria. Menempatkan kembalinya pengungsi Syria dengan aman merupakan daftar prioritasnya.

Menurut Safadi, Yordania membahas langkah-langkah praktis dengan Syria tentang bagaimana memastikan pengembalian yang aman dari warga Syria ke rumah mereka.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up