JawaPos Radar

Pemimpin Taliban Pakistan Tewas dalam Serangan Udara AS

16/06/2018, 17:16 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Pemimpin Taliban Pakistan Tewas dalam Serangan Udara AS
Mullah Fazlullah, pemimpin Taliban Pakistan (tengah) telah tewas dalam operasi udara bersama di daerah perbatasan distrik Marawera Provinsi Kunar (BBC)
Share this image

JawaPos.com - Pemimpin Taliban Pakistan, Mullah Fazlullah tewas dalam serangan udara AS-Afghanistan di Afghanistan. Salah satu pejabat senior Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan, pembunuhan ini kemungkinan akan meredakan ketegangan antara AS dan Pakistan.

Militer AS mengatakan, sebelumnya mereka telah melakukan serangan yang ditujukan pada seorang tokoh militan senior di Provinsi Kunar, Afghanistan Timur. Pejabat AS mengatakan, target itu diyakini adalah Fazlullah.

Fazlullah adalah militan yang paling dicari di Pakistan. Dia terkenal jahat karena serangan-serangan yang dilancarkannya termasuk pembantaian sekolah tahun 2014. Serangan tersebut menewaskan 132 anak.

Serangan itu termasuk penembakan Malala Yousafzai pada 2012. Namun Yousafzai mampu bertahan hidup dan malah dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian.

"Saya mengonfirmasi Mullah Fazlullah, pemimpin Taliban Pakistan, telah tewas dalam operasi udara bersama di daerah perbatasan distrik Marawera Provinsi Kunar," ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Mohammad Radmanish.

Dia menambahkan, serangan udara itu dilakukan sekitar jam 9 pagi pada hari Kamis (14/6). Juru Bicara Pasukan AS-Afghanistan Letnan Kolonel Martin O`Donnell mengatakan, pasukan AS melakukan serangan kontraterorisme. Mereka menargetkan seorang pemimpin senior organisasi teroris yang ditunjuk.

"Kami, pasukan Afganistan dan pasukan sekutu yang dipimpin NATO terus mematuhi gencatan senjata Afghanistan dengan Taliban Afghanistan,” kata O'Donnell. Pemerintah mengumumkan gencatan senjata pekan lalu dan itu mulai berlaku minggu ini.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan gencatan senjata yang berlangsung hingga 20 Juni. Namun ia menyarankan itu bisa diperpanjang.

Mullah Fazlullah bersembunyi di Afghanistan sejak 2009. Ia mendalangi sejumlah serangan militan di Pakistan.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up