JawaPos Radar

Ke Singapura, Jong-un Pakai Pesawat Tiongkok, Trump Datang Belakangan

11/06/2018, 10:59 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ke Singapura, Jong-un Pakai Pesawat Tiongkok, Trump Datang Belakangan
Pertemuan Kim Jong-Un dengan Donald Trump di Singapura (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Momen yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba. Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginjakkan kaki di Singapura. Dua pemimpin negara itu bakal bertemu untuk membahas denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea pukul 09.00 besok (12/6).

Jong-un lebih dulu tiba di Negeri Singa. Pukul 14.35 waktu setempat, pesawat yang membawanya mendarat di Bandara Changi. Ada tiga pesawat yang terbang dari Pyongyang, Korut. Yaitu, pesawat kargo Ilyushin yang membawa limusin milik Jong-un, Air China yang biasanya dipakai Presiden Tiongkok Xi Jinping, serta Ilyushin 62. Yang terakhir itu merupakan jet pribadi Jong-un.

Tiga pesawat tersebut tiba di Singapura dalam rentang waktu yang berbeda. Sebelumnya, awak media menduga bahwa Jong-un naik jet pribadinya dan dikawal pesawat kepresidenan milik Tiongkok (Boeing 747). Namun, dugaan itu salah besar. Jong-un ternyata naik pesawat milik sekutu dekatnya tersebut, bukan pesawat tua dari era Uni Soviet miliknya. Jong-un disambut Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan.

Ke Singapura, Jong-un Pakai Pesawat Tiongkok, Trump Datang Belakangan
Infografis Kim Jong Un dan Trump di Singapura (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Jong-un mengenakan setelan Mao, atasan dan bawahan hitam, yang menjadi ciri khasnya. Dia didampingi Menlu Korut Ri Yong-ho dan ajudan terdekatnya, Kim Jong-chol. Adik perempuan Jong-un, Kim Yo-jong, juga ikut. Dia disebut sebagai sosok berpengaruh di Pyongyang dan merupakan salah satu orang kepercayaan Jong-un. Media sempat menyamakannya dengan Ivanka Trump.

Beberapa saat kemudian, iring-iringan sekitar 35 kendaraan meninggalkan kompleks VIP Bandara Changi menuju istana negara untuk bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong.

Jong-un lagi-lagi membuat kejutan. Dia tak naik Mercedes lamanya. BBC melaporkan, dia menggunakan Mercedes Maybach yang lebih baru dan mewah. Untuk urusan pesawat dan kendaraan, Jong-un, tampaknya, tak mau kalah dari Trump.

Media di Korea Selatan (Korsel) pernah melaporkan bahwa Jong-un memang senang mengoleksi mobil mewah. Dia dikabarkan memiliki koleksi supercar hingga 100 unit. Dia mengumpulkan mobil-mobil itu sejak muda.

''Terima kasih. Karena atas usaha Anda, kami bisa menyelesaikan persiapan KTT bersejarah ini,'' ujar Jong-un saat bertemu dengan PM Lee.

Dia menambahkan, jika KTT tersebut sukses, Singapura akan menjadi bagian dari sejarah. Saat ini pun, Singapura sudah menjadi sorotan dunia. Setidaknya, ada 2.500 jurnalis yang datang untuk meliput. Sekitar 80 persen di antara mereka adalah jurnalis asing.

Singapura memang tak tanggung-tanggung untuk ikut andil. Mereka telah mengucurkan SGD 20 juta atau setara Rp 208,68 miliar untuk menjadi tuan rumah pertemuan bersejarah tersebut. Lee menemui Jong-un dan Trump secara terpisah.

Jong-un menginap di St Regis Hotel dan mendapat pengawalan begitu ketat. Bahkan, para pengawal langsung meminta turis yang memotret Jong-un untuk menghapus foto-foto tersebut dari HP mereka.

Trump baru mendarat di Singapura dengan pesawat Air Force One pukul 20.20 waktu setempat di Pangkalan Udara Paya Lebar. Trump baru akan bertemu Lee hari ini. Sama dengan Jong-un, Trump disambut Balakrishnan. Dia langsung menuju Hotel Shangri-La tempatnya menginap dengan limusin khusus presiden AS yang dijuluki The Beast. Kendaraan itu tahan serangan senjata kimia dan ledakan.

Menlu Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, dan Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders masuk dalam rombongan Trump. Sesaat setelah tiba di Singapura, Trump kembali mencuit. Dia yakin Jong-un telah bekerja keras untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran rakyatnya. Hal yang jarang dilakukan pendahulunya.

''Saya menanti bertemu dengan dia dan merasa bahwa kesempatan ini tidak akan disia-siakan,'' cuit suami Melania itu di akun Twitter-nya.

Pemerintah Singapura mendeportasi dua jurnalis KBS, Korsel, karena masuk ke kediaman duta besar Korut di Singapura tanpa izin. KBS akhirnya meminta maaf. Sebelumnya, Singapura juga melarang masuk beberapa orang yang ditengarai bakal membahayakan KTT.

Singapura memang dikenal sangat ketat dalam menerapkan aturan. Penduduk negara tersebut bahkan tidak bisa berdemo seenaknya. Mereka harus mengajukan izin lebih dulu. Selain itu, harus ada lokasi khusus untuk menuangkan unek-unek mereka. Tidak bisa di sembarang tempat.

''Aturan ketertiban umum yang ketat berarti Trump dan Kim tidak akan menghadapi ancaman keamanan maupun dipermalukan demonstran. Mereka bisa fokus pada inti pertemuan,'' ujar profesor bidang hukum di Singapore Management University Eugene Tan. 

(sha/c5/ang)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up