JawaPos Radar

MUI Minta Khutbah Idul Fitri Tidak Berbau Pesan Politik Praktis

14/06/2018, 19:56 WIB | Editor: Bintang Pradewo
MUI Minta Khutbah Idul Fitri Tidak Berbau Pesan Politik Praktis
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin memberikan pesan saat Idul Fitri 1439 H. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada Jumat (15/6) esok. Sehingga, umat Islam Indonesia akan serentak merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan mengelar Salat ied secara berjamaah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta muballigh untuk tidak menyampaikan khutbah Idul Fitri berisi pesan politis. Hal ini lantaran berdakatan dengan kontestasi Pilkada serentak di 171 daerah.

"Kami harap khutbahnya itu jangan membawa kepada suasana politik praktis. Jangan sampai menyampaikan ajakan-ajakan yang bersifat politik praktis," kata Kiai Ma'ruf di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/6).

MUI Minta Khutbah Idul Fitri Tidak Berbau Pesan Politik Praktis
Menag Lukman Hakim saat mengumumkan hasil sidang isbat. Lebaran dipastikan jatuh pada Jumat (15/6). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Menurut Kiai Maruf, umat Islam Indonesia memiliki pilihan politik yang berbeda-beda. Sehingga materi khutbah yang bernuansa politik akan merusak suasa di hari nan fitri tersebut.

"Sebab di dalam jamaah kita itu warna politiknya macam-macam sehingga jangan sampai khotbah itu dijadikan ajang penyampaian politik praktis. Kalau tidak, itu nanti bisa merusak suasana," urainya.

Rais Aam PBNU itu berharap, momentun Idul Fitri 1439 H dijadikan momentum dalam membangun suasana kebangsaan yang lebih baik lagi.

"Mudah-mudahan Idul Fitri kali ini memang benar-benar kita jadikan momentum untuk membangun suasana yang lebih baik lagi," pungkasnya.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up