JawaPos Radar

Strategi Jasa Marga Hadapi Arus Mudik, Kemacetan di Ruas Tol Turun

11/06/2018, 10:26 WIB | Editor: Ilham Safutra
Strategi Jasa Marga Hadapi Arus Mudik, Kemacetan di Ruas Tol Turun
Puncak arus mudik dari ruas Tol Cikampek arah Palimanan tidak sepadat tahun lalu. Arus Lalu lintas ramai lancar. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Libur Lebaran 12 hari nonstop berhasil menurunkan kepadatan lalu lintas di momen puncak arus mudik. Rekapitulasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan, terjadi penurunan 7 ribu kendaraan yang melewati tol Cikampek pada puncak arus mudik Sabtu lalu (9/6).

Tol Cikampek merupakan jalur utama kendaraan pemudik saat akan meninggalkan Jakarta dan sekitarnya untuk menuju kampung halaman. Pada Sabtu lalu (H-6), kendaraan yang lewat di sana mencapai 109 ribu.

Angka itu di bawah prediksi 112 ribu kendaraan. Juga di bawah angka puncak arus mudik tahun lalu sekitar 116 ribu kendaraan. Sebagai catatan, puncak arus mudik tahun lalu jatuh pada H-4 Lebaran.

Strategi Jasa Marga Hadapi Arus Mudik, Kemacetan di Ruas Tol Turun
Puncak arus mudik dari ruas Tol Cikampek arah Palimanan tidak sepadat tahun lalu. Arus Lalu lintas ramai lancar. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy Riadi Lukman mengungkapkan, jumlah libur Lebaran yang panjang mendistribusikan kendaraan yang hendak mudik. Sebagaimana diketahui, tanggal merah plus cuti bersama memungkinkan libur bisa mencapai 12 hari nonstop. Mulai 9 hingga 20 Juni.

Setelah puncak arus mudik H-6, jelas Raddy, terjadi penurunan kendaraan yang lewat di Cikampek pada H-5 kemarin (10/6). "Masih tinggi, tapi H-5 sudah menurun," katanya kemarin.

Menurut data dari Jasa Marga kemarin, pada sif pertama ada 28.129 kendaraan yang melewati gerbang tol Cikarang Utama. Jumlah itu naik 31 persen dari lalu lintas kendaraan pada hari biasa, yaitu 21.342. Tapi lebih rendah 28,9 persen dari prediksi. Pada sif kedua sampai pukul 22.00 tadi malam, kendaraan yang lewat mencapai 25.750 kendaraan. Padahal, prediksi mencapai 33.471 kendaraan.

Meski menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu, Jasa Marga tetap melakukan beberapa rekayasa untuk membuat lalu lintas lebih lancar. Salah satunya contraflow. "Tadi pagi (kemarin pagi, Red) kami mainkan di kilometer (km) yang sama, 35+600 sampai 47+100. Sebentar saja sudah lancar lagi," ucap Raddy.

Selain itu, strategi yang dimainkan adalah pendistribusian beban. Yakni, pintu masuk Cikarang Utama ditutup, dipindah ke Cikarang Barat III, lalu masuk lagi ke Cikarang Barat I. Sehingga melewati titik penyempitan di Km 30. "Kemarin (Sabtu, Red) empat kali, yang tadi (Minggu) pun empat kali itu efektif juga," ujar Raddy.

(jun/idr/tau/lyn/c9/ang)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up