JawaPos Radar

Kunjungan Wisman Belum Capai Target, Menpar Arief Masih Optimistis

Wisnus Akan Melonjak Saat Lebaran

08/06/2018, 09:30 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kunjungan Wisman Belum Capai Target, Menpar Arief Masih Optimistis
Turis dari negara tetangga ketika berliburan ke Indonesia melalui Batam (DALIL HARAHAP/BATAM POS/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Sepanjang bulan puasa, terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus). Meski begitu, pemerintah optimistis mampu mengejar target kunjungan wisman tahun ini sebanyak 17 juta orang.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, tingkat penurunan wisman maupun wisnus di bulan Ramadan bisa mencapai 50 persen. "Khususnya dari negara-negara mayoritas muslim, seperti Malaysia," katanya di Jakarta Rabu malam lalu (6/6).

Dia berharap, setiap bulan puasa, hotel-hotel di Jakarta dan kota besar lainnya membuat semacam promo hot deal. Dengan begitu, kunjungan wisatawan bisa dimaksimalkan meski di bulan puasa.

Kunjungan Wisman Belum Capai Target, Menpar Arief Masih Optimistis
Hutan Mangrove, salah satu destinasi wisata di Jawa Timur (Andy Satria/Radar Surabaya/Jawa Pos Group)

Menurut Arief, khusus untuk wisnus, meski di bulan puasa turun, kunjungan akan melonjak drastis ketika Lebaran. Dia menjelaskan, tingkat kunjungan wisnus di bulan puasa anjlok 50 persen, dari 20 jutaan jiwa menjadi 10 juta jiwa.

Tapi, khusus saat momentum Lebaran, ada 20 juta pergerakan wisnus di seluruh Indonesia. "Tanpa digerakkan, saat Lebaran, aktivitas wisatawan nusantara tinggi. Sekalian mudik, sambil berwisata," katanya.

Sementara itu, untuk wisman, meski memasuki Lebaran, tidak otomatis bakal ada peningkatan kunjungan. Namun, Arief optimistis target kunjungan wisman tahun ini sebanyak 17 juta bisa terpenuhi. Dia menyebut, selama Januari sampai April tahun ini, kunjungan wisman mencapai 5 jutaan jiwa.

"Kalau setahun berarti 5 juta dikali tiga, minimal dapat 15 juta. Tapi, kita optimistis kunjungan wisman tahun ini bisa 17 juta," jelasnya.

Menteri asal Banyuwangi itu mengaku berani memasang target 17 juta wisman karena tingkat kunjungan semester kedua umumnya lebih besar dibanding semester pertama.  

(wan/c17/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up