JawaPos Radar

Kolaborasi Imaji GM dan Hanafi di Atas Kanvas dan Kertas

22/06/2018, 08:08 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kolaborasi Imaji GM dan Hanafi di Atas Kanvas dan Kertas
Goenawan Mohamad (tengah) bersama Hanafi (dua dari kiri) memberikan penjelasan kepada Jend (Purn) Moeldoko (kiri), dan Ciputra (dua dari kanan) saat pembukaan pameran 57x76 di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (21/6) (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pelukis Hanafi berkolaborasi dengan Goenawan Mohamad (GM) bermain-main imajinasi di atas kanvas dan kertas. Lukisan sapuan Hanafi bisa ditimpa coretan Goenawan. Begitu pula sebaliknya.

Jadilah 200-an lukisan dan tiga seni instalasi berjudul 57 X 76 dengan kurator Agung Hujatnikajennong yang dipamerkan di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Judul tersebut disandarkan kepada usia Hanafi, 57, dan Goenawan, 76, pada 2017.

Pameran itu dibuka tadi malam (21/6) dan bisa dinikmati publik hingga 2 Juli. Pada malam pembukaan pameran tersebut, hadir Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal (pur) Moeldoko dan pengusaha Ciputra.

Kolaborasi Imaji GM dan Hanafi di Atas Kanvas dan Kertas
Pengunjung menikmati karya seni instalasi pada pembukaan pameran 57x76 di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (21/6) (Hendra Eka/Jawa Pos)

Ide kolaborasi itu datang dari Hanafi setelah dia menyaksikan karya-karya dalam pameran tunggal GM, Kata, Gambar di DiaLoGue. Goenawan pun menyambut ide tersebut karena telah mengenal dan cocok dengan cara Hanafi berproses. "Mas Hanafi kan lukisannya ndak cerewet," ujar Goenawan setelah tur media kemarin (21/6).

Sementara itu, Hanafi menceritakan pembuatan salah satu lukisan berjudul Revolusi Prancis di Atas Meja Kaca berukuran 140 cm X 160 cm. Lukisan itu dimulai dari Hanafi yang menggambar sosok seperti dalam lukisan The Death of Marat karya Jacques Louis David. Seorang wartawan yang meninggal dalam revolusi Prancis. "Itu ada di kaus baru anak saya. Saya foto aja, terus saya pindahkan ke kanvas," ungkap Hanafi.

Lukisan tersebut lantas dikirim kepada Goenawan. Dia pun menambahi dengan melukis sesosok perempuan bertelanjang dada yang membawa bendera Prancis dan kepala yang terpenggal.

Sosok perempuan tersebut dengan mudah ditemukan dalam pencarian di dunia maya saat mengetik kata kunci Revolusi Prancis. "Kalau itu, saya mikir. Karena Revolusi Prancis, saya harus mengerahkan khazanah, apresiasi yang pas kan itu," ujar Goenawan.

Hanafi mengungkapkan, setelah itu ternyata ada pertemuan antara dirinya dan Goenawan. Agar lukisan tersebut lebih berbeda, akhirnya ditambahkan guratan yang sekilas membentuk seperti kaca. 

(jun/c4/fat)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up