JawaPos Radar

Selain Tanpa DP, Ini Saran Ekonom agar Sektor Properti Laris Manis

08/07/2018, 06:25 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Selain Tanpa DP, Ini Saran Ekonom agar Sektor Properti Laris Manis
Rumah murah tanpa DP (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seiring dengan dinaikkannya suku bunga acuan pada Juni lalu sebesar 50 basis poin (bps) dari sebelumnya 4,75 persen menjadi 5,25 persen, Bank Indonesia (BI) juga membuat kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Nantinya, masyarakat bisa memiliki hunian pertama tanpa dikenakan uang muka atau down payment (DP).

Bank sentral melakukan kebijakan itu sebagai timbal balik atas imbas kenaikan suku bunga pada kredit kedepannya. Di sisi lain, BI juga ingin menggairahkan sektor properti.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, ada insentif lain yang perlu diberikan agar sektor properti bisa benar-benar tumbuh. Salah satunya adalah dengan memberikan kebijakan durasi tenor cicilan rumah hingga 35 tahun.

"Masalahnya meskipun DP 0 persen kalau tenor cicilan hanya 10 tahun dirasa berat dan ga banyak milenial dengan gaji rata-rata dibawah Rp 5 juta sanggup cicil KPR. Kalau tenor diperpanjang, cicilan bisa lebih ringan," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (7/7).

Selain itu, pemerintah daerah perlu memberi subsidi bunga dengan menyisihkan sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, dengan memberi subsidi bunga, masyarakat tidak akan terbebani dengan cicilannya.

"Setiap daerah punya tanggung jawab menyediakan rumah yang layak dan terjangkau. Bunga KPR diatas 10 persen kalau pemda bisa bantu subsidi 2 persen fix rate sampai cicilan selesai tentu sangat membantu," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up