JawaPos Radar

Tunda Bayar Gaji dan THR, Dua Perusahaan Ini Kena Denda

12/06/2018, 23:26 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Tunda Bayar Gaji dan THR, Dua Perusahaan Ini Kena Denda
ilustrasi. Dua perusahaan tunda bayar gaji dan THR. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - PT Gemareksa Mekarsari (GM) dan PT Satria Hupasarana (SHS) menunda gajian karyawannya, hingga setelah lebaran. Padahal, awalnya, perusahaan berjanji Senin (11/6) akan membayarkan hak karyawan berupa gaji, uang lembur dan beras. Namun, hanya dibayar 50 persen saja.

Keterlambatan pemberian gaji yang menimbulkan gejolak di Perusahaan Besar Swasta (PBS) berakibat pada denda terhadap perusahaan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng, R Syahril Tarigan menyatakan PT Gemareksa Mekarsari (GM) dan PT Satria hupasarana (SHS) wajib membayarkan keterlambatan gaji. Menurutnya, hal itu mengacu pada peraturan serta kesepakatan yang dilakukan pascamediasi yang dilakukan oleh Disnakertrans Lamandau.

"Tetap harus dibayar dan ditambah denda 5 persen," katanya kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Grup), Selasa (12/6).

Syahril menegaskan, pada Senin (11/6) perusahaan memang sudah membayarkan gaji kepada karyawan. Namun, hanya sebesar 50 persen saja. Sehingga, perusahaan tetap memiliki kewajiban untuk melunasi gaji itu. Jika lebih lama, maka akan lebih besar biaya yang dikeluarkan perusahaan.

"Sisanya berikut dendanya 5 persen per hari akan dibayar pada 27 Juni. Kesepakatan ini sudah sesuai aturan,” pungkasnya.

Sebelumnya, karyawan PT GM dan PT SHS sempat mogok kerja sejak Jumat (8/6) lalu. Bahkan, karyawan juga menggelar demo Sabtu (9/6) dan Senin (11/6).

Saat aksi damai, bukan hanya laki-laki saja. Ada perempuan yang membawa anak-anak. Mereka menuntut haknya dibayar penuh. Tapi, janji perusahaan hingga Senin (11/) tak kunjung dipenuhi.

Hingga akhirnya, pihak perusahaan dan Serikat Pekerja Mekarsari, membuat kesepakatan pembayaran upah sebesar 50 persen dari gaji pokok. Kemudian pembayaran sisa gaji Mei akan dibayar paling lambat akhir Juni 2018, sekaligus denda pembayaran keterlambatan upah. Namun, surat perjanjian bersama itu ditolak massa yang ikut demo.

"Kami juga minta karyawan bekerja, seperti biasa dan tidak melakukan aksi-aksi yang mengganggu operasional perusahaan," kata GM PT Gemareksa Mekarsari, Syarifullah.

Syarifullah menjelaskan, pembayaran setengah dari gaji pokok itu, dikarenakan memang adanya keterlambatan dan hanya itu saja yang bisa diberikan kepada karyawan sementara.

“Mau bagaimana lagi ini bukan kehendak kami, jadi kami harapkan bisa dimengerti oleh semua pihak,” jelasnya.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up