JawaPos Radar

Menguatnya Dolar Bikin Harga Telur di Pasar Naik, Kok Bisa?

11/07/2018, 14:04 WIB | Editor: Mochamad Nur
Menguatnya Dolar Bikin Harga Telur di Pasar Naik, Kok Bisa?
Ilustrasi pedagang telur tengah melayani pembeli (DOK.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan menguatnya harga dolar terhadap rupiah memicu kenaikan harga pakan ternak. Kenaikan itu pada akhirnya berimbas pada naiknya harga telur ayam di pasar.

Dilansir dari situs infopanganjakarta.go.id, harga rata-rata telur ayam ras di Jakarta mencapai Rp 27.744/kilogram. Harga tertinggi ada di Pasar Cipete Rp 30.000/kg dan terendah Rp 22.000/kg di Pasar Pondok Labu.

“Yang pertama pakannya naik. Kemudian (Day Old Chicken) DOC dia juga naik baik harga beli (maupun) pakannya meningkat,” kata Enggar di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/7).

Dia menuturkan harga pakan naik karena dollar terus menguat beberapa waktu terakhir. Sejauh ini ayam petelur diberi makan jagung. Namun jagungnya harus impor dari luar negeri. Karena hal inilah maka harga telur jadi meningkat. Sebab biaya yang ditanggung jadi lebih tinggi.

“Ya nanti kita akan bicara bersama duduk bersama-sama dengan penjual pakan berapa sih anda untungnya, dengan kenaikan ini berapa dan bagaimana, itu aja,” ungkapnya.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up