JawaPos Radar

Harga Cabai Rawit Meroket

18/07/2018, 19:43 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Cabai Rawit
MEROKET: Salah satu pedagang tengah melayani pembelian cabai rawit di pasar tradisional Bojonegoro, Rabu (18/7). (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Bojonegoro meroket. Bahkan dalam kurun seminggu terakhir, harganya tembus hingga Rp 60 ribu per kilogramnya. Kenaikan cabai rawit tersebut membuat masyarakat resah. Pasalnya cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang kerap dipergunakan oleh masyarakat.

Salah satunya, Sumini, 53, warga Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sebelumnya, kata dia, harga cabai rawit Rp 45 ribu per kilogram. Hanya dalam hitungan hari, melonjak menjadi Rp 60 ribu per kilogramnya.

"Sepekan ini, harga cabai rawit mengalami kenaikan hingga tiga kali. Naiknya, Rp 5 ribu secara bertahap. Pada hari ini, Rabu (18/7) harga cabai di pasar tradisional kembali naik mencapai Rp 60 ribu per kg. Terpaksa harus membeli keperluan sesuai kebutuhan saja, semakin sulit," ujarnya saat berbelanja di pasar Bojonegoro, Rabu (18/7).

Sementara itu, salah satu pedagang cabai rawit di pasar tradisional Bojonegoro, Erna, 40, membenarkan, adanya kenaikan harga cabai tersebut. Menurutnya, kenaikan cabai rawit tersebut berlangsung sepekan terakhir.

Sepekan yang lalu, imbuhnya, harga cabai rawit berada pada kisaran Rp 45 ribu per kg, kemudian naik Rp 5 ribu beberapa kali hingga akhirnya mencapai Rp 60 ribu per kg.

"Kenaikan harga cabai rawit ini, akibat terbatasnya pasokan dari petani. Karena cuaca buruk, memasuki musim kemarau, sehingga berdampak terhadap hasil panen petani kurang bagus,” paparnya.

Ia berharap, harga cabai rawit dapat segera kembali normal. “Kalau naik terus, dagangan sepi. Pembeli mulai mengurangi pembelian,” pungkasnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up