JawaPos Radar

Tak Ada Masalah Berarti, Jadi Penanganan Arus Mudik Terbaik Era Jokowi

17/06/2018, 16:09 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Tak Ada Masalah Berarti, Jadi Penanganan Arus Mudik Terbaik Era Jokowi
Kepadatan kendaraan di tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/6). Data dari PT Lintas Marga Sedaya (LMS) pada H-5 Lebaran, jumlah kendaraan yang keluar dari gerbang tol Palimanan mencapai 44.408 mobil. (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Masa angkutan lebaran 2018 untuk arus mudik telah berakhir. Kini, pemerintah tinggal menghadapi tantangan selanjutnya. Yakni, menangani arus balik sebagai bentuk penyelesaian misi mereka di angkutan lebaran tahun ini. Benchmarknya tinggi, sebab arus mudik dianggap lancar dan sukses.

JawaPos.com mencatat beberapa hal menarik pada arus mudik lebaran. Salah satu yang menonjol adalah, tingkat kemacetan di sejumlah titik lebih terkendali disbanding tahun-tahun sebelumnya. Termasuk, tidak ada kejadian menonjol seperti tragedi di Brebes Timur (Brexit) pada arus mudik 2016.

Bukan tanpa sebab capaian itu diraih. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sejak H-8 hingga H-1 lebaran, tingkat penggunaan sejumlah moda transportasi mengalami penurunan dibanding 2017 di periode yang sama. Namun, sebagian moda transportasi lainnya mengalami peningkatan.

Posko angkutan lebaran 2018 Kemenhub mencatat, penggunaan moda angkutan jalan terjadi penurunan sebesar 0,04 persen disbanding 2017. Tahun lalu ada 2,079 juta pemudik dengan angkutan jalan, dan tahun ini menjadi 2,078 juta. Begitu juga moda angkutan penyeberangan yang mengalami penurunan 2,19 persen dari sebelumnya 2,01 juta menjadi 1,96 juta.

Begitu juga dengan pemudik yang menggunakan kereta api. Turun sebesar 5,96 persen dari sebelumnya 2,12 juta pada 2017 menjadi 1,99 juta. Pemudik lebih suka menggunakan pesawat. Terlihat dari meningkatnya pengguna moda transportasi udara yang tumbuh 2,34 persen. Dari 2,52 juta pada 2017 menjadi 2,58 juta.

Tak Ada Masalah Berarti, Jadi Penanganan Arus Mudik Terbaik Era Jokowi
Jembatan Kalikuto di Jawa Tengah sudah siap untuk arus balik. Beroperasinya jembatan, diyakini bisa mengurangi beban arus balik. (RAKA DENNY/JAWA POS)

Khusus angkutsan laut, juga ada peningkatan. Terhitung sejak H-15 hingga H-1 lebaran, tumbuh sebesar 3,12 persen dari sebelumnya 808 ribu menjadi 834 ribu pemudik.

Pertumbuhan yang didapat moda transportasi udara diamini oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Dari H-8 hingga H-1 lebaran total penumpang yang menggunakan pesawat mencapai 2,8 juta orang dengan pergerakan pesawat hampir 20 ribu di 15 bandara yang dikelola perseroan.

"Itu tumbuh dibanding tahun lalu tumbuh 6 persen, pergerakan pesawat tumbuh 4 persen. Itu artinya, pesawat diutilisasi secara maksimal," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (15/6).

Menurutnya, periode angkutan lebaran di sektor udara pada tahun ini mengalami perbaikan. Sebagai contoh, tahun ini tidak terjadi pelonjakan jumlah penumpang harian di H-3 sampai H-2 lebaran. Padahal, tahun-tahun sebelumnya hal itu kerap terjadi.

"Tahun ini hampir flat. Kalau hari ini 204 ribu penumpang, besoknya 202 ribu penumpang. Jadi, stabil. Strategi libur panjang ini digunakan oleh masyarakat untuk mengatur jadwal terbangnya," tuturnya.

Tak Ada Masalah Berarti, Jadi Penanganan Arus Mudik Terbaik Era Jokowi
Penampakan tol Brebes (Brexit) dipotret dari udara. Masalah yang terjadi pada 2016 sudah tidak terulang lagi. (RAKA DENNY/JAWA POS)

Catatan menarik juga dari berkurangnya jumlah penumpang harian pada semua moda transportasi. Kemenhub mencatat hingga Sabtu (16/6) pukul 07.57 WIB, jumlah penumpang angkutan jalan turun 22,89 persen dari tahun sebelumnya. Dari 163.538 penumpang per hari menjadi 126.105 penumpang.

Kemudian, angkutan penyebrangan juga turun 40,47 persen dari sebelumnya 182.555 penumpang menjadi 108.683 penumpang. Moda angkutan kereta api justru mengalami penurunan signifikan dibandingkan moda lainnya. Sebesar 54,80 persen dari sebelumnya 226.589 penumpang menjadi 102.407 penumpang harian.

Sedangkan untuk laut, turun tidak terlalu banyak dari sebelumnya 30.129 menjadi 26.705 penumpang harian. Terakhir, moda angkutan udara turun tipis 2,02 persen dari sebelumnya 250.592 menjadi 245.528 penumpang harian.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi enggan mengklaim berlebihan soal keberhasilan di periode arus mudik 2018. Menurutnya, sejumlah data pada mudik lebaran mencatat beberapa hal positif, mulai dari penurunan pengguna angkutan darat sampai angka kecelakaan.

Omongan mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu soal penurunan angka kecelakaan memang bukan pepesan kosong. Berdasarkan laporan posko angkutan lebaran 2018, tahun ini jumlah kecelakaan turun 25 persen dari tahun sebelumnya sebesar 151 kejadian menjadi 113 kejadian.

Jumlah korban juga mengalami penurunan yang signifikan. Seperti korban meninggal dunia yang turun hingga 64 persen dari sebelumnya 69 korban menjadi 25 korban. Sementara itu, korban dengan luka berat naik 65 persen dari sebelumnya 20 menjadi 33 orang. Berbanding terbalik, korban luka ringan turun 21 persen dari sebelumnya 212 korban menjadi 168 korban. Kerugian materil juga tercatat turun 5 persen dari sebelumnya 265 juta menjadi 252 juta.

Tak Ada Masalah Berarti, Jadi Penanganan Arus Mudik Terbaik Era Jokowi
Tol Semarang memiliki kontur dan pemandangan yang khas. Kini, mudik dari Jakarta hingga semarang menjadi lebih mudah karena terkoneksinya berbagai jalan tol. (BOY SLAMET/JAWA POS)

Meski demikian, kesuksesan dalam menjaga kemacetan bukan hal yang penting bagi dirinya. Baginya, peningkatan di setiap tahunnya dalam menangani arus mudik adalah hal utama yang perlu diperhatikan.

"Bagi saya, sukses itu tidak penting, tapi bagaimana kita mengenali apa saja yang harus kita improve. Itu lebih penting," kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai apa yang dicapai selama arus mudik tidak terlepas atas apa yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para kabinetnya.

“Bagus (mudik tahun ini). Hampir tidak ada hal serius. Ini suatu cerita tentang hasil yang telah dikerjakan pak Jokowi selama tiga tahun. Saya monitor terus dari traffic. Hampir tidak ada yang bermasalah,” terangnya belum lama ini.

Apa yang telah dilakukan oleh Kemenhub bersama mitra kerjanya seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Korlantas Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM dan lainnya mendapat apresiasi dari Anggota Komisi V DPR RI Muhidin Mohamad Said. Menurutnya, penanganan arus mudik lebaran pada tahun ini adalah yang terbaik dari tahun-tahun sebelumnya.

"Saya kira arus mudik tahun ini terbaik, baik dari sisi hambatan maupun dari sisi kecelakaan. Jadi, permasalahan itu turun 40 persen. Kami memberi apresiasi kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Korlantas Polri, BMKG, Kementerian Kesehatan dan lainnya yang memberikan pelayanan maksimal," pujinya.

Perihal masih ada beberapa kemacetan, Politisi Golkar ini menilai kepadatan tersebut masih bisa dimaklumi. Sebab, kemacetan di jalan raya pasti akan terjadi.

"Yang tidak bisa ditolelir itu jangan sampai terhambat betul. Artinya dengan banyak orang yang memanfaatkan jalan raya ini, macet ada tapi itu tidak menjadi halangan mudik. Kalau macet tidak bisa jalan, itu berbahaya,’’ urainya.

Kini, tantangan terakhir pada periode angkutan lebaran sudah menanti Kemenhub Cs. Jika berhasil, rasanya tidak salah jika mereka mengklaim keberhasilan tersebut. Namun, patut disyukuri bahwa makin tahun masyarakat sadar dalam menjalani mudik lebaran yang aman, tertib dan nyaman.

"Kita harapkan arus balik ini bisa berjalan lancar. Apalagi, dalam arus balik ini jangka waktunya begitu panjang, ini kan cukup bagus. Jadi tidak perlu buru-buru, bisa dipersiapkan dengan baik," jelas Muhidin Mohamad Said. 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up