JawaPos Radar

Ekspedisi 1.167 Km Tol Trans-Jawa

Menikmati Warna-warni Jakarta dari Jalan Tol Lingkar Luar

14/06/2018, 00:15 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Menikmati Warna-warni Jakarta dari Jalan Tol Lingkar Luar
BELAH KOTA:Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) di kawasan Cilandak saat diambil gambarnya malam hari. (RAKA DENNY/JAWA POS)
Share this image

Pemandangan indah Kota Jakarta bisa dinikmati saat melintas di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR). Terutama pada malam hari.

Dari arah utara saja, kita bisa menikmati pemandangan kawasan industri dan terminal peti kemas di sepanjang jalan dari Cilincing menuju Cakung. Apalagi saat melewati kompleks industri Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Warna-warni lampu dari kapal yang berlabuh dan crane (alat bongkar muat peti kemas) bertaburan.

Saat memasuki ruas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga Pondok Pinang, kita akan melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat. Terutama di daerah Lenteng Agung dan Pondok Indah. Ada hotel, perkantoran, dan apartemen.

Menikmati Warna-warni Jakarta dari Jalan Tol Lingkar Luar
RUAS BARU: Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan jalan tol Depok-Antasari (Desari). (RAKA DENNY/JAWA POS)

Di dekat simpang susun Antasari, jangan lupa menengok keindahan dan kemegahan gedung Menara 165, markas emotional spiritual quotient (ESQ) yang digagas Ary Ginanjar Agustian. Di puncak menara tersebut, ada Masjid Ar Rahim dengan atap berhias lafaz Allah. Bersinar dengan cahaya kuning di malam hari.

Selain itu, tidak lama lagi kita bisa melihat kemegahan sistem jaringan kereta api terbesar di Indonesia yang berpusat di Depo MRT Lebak Bulus. Bisa dilihat saat melintas di ruas TMII–Pondok Pinang, tepatnya di atas flyover Lebak Bulus.

Terus ke barat dan berbelok ke utara di ruas Ulujami–Kembangan sampai Penjaringan, pengendara bisa menikmati pemandangan Kota Jakarta Barat. Kondisi jalan tol yang elevated (layang) memungkinkan pandangan luas tanpa halangan. Kalau siang, terlihat hamparan permukiman dengan atap-atap berwarna cokelat. Lalu, saat malam, ada nuansa kuning lampu jalan tol dan gedung-gedung apartemen di Jakarta Barat.

Di sepanjang JORR, memang tidak ada rest area. Sebab, jalan tersebut masih terhitung tol di dalam kota. Banyak akses keluar untuk sekadar mampir makan atau istirahat. Tapi, jika kendaraan kehabisan bahan bakar atau mogok, pengelola jalan tol siap membantu.

Kepala Divisi Manajemen Operasi PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) Thomas Dwiatmanto mengatakan, ada petugas yang stand by 24 jam untuk melayani keperluan mendadak seperti kecelakaan dan kendaraan yang mogok. Sebanyak 56 petugas patroli dengan 8 kendaraan disiapkan. Juga 2 ambulans dengan 20 paramedis, 2 kendaraan rescue, dan 13 kendaraan derek berbagai ukuran. ”Semuanya kami sediakan gratis. Diderek sampai pintu tol atau bengkel terdekat,” katanya.

Untuk titik macet, lanjut Thomas, tidak banyak yang berubah. Simpul utama tetap simpang susun Cikunir. Setiap tahun simpang itu memang macet karena merupakan pertemuan dengan tol Jakarta–Cikampek. Mengantisipasi puncak mudik dan balik Lebaran, PT JLJ menyiapkan alternatif rekayasa lalu lintas.

Kendaraan dari selatan (Jatiasih, TMII) yang ingin berbelok ke timur menuju Cikampek biasanya terjebak kemacetan karena berdesakan dengan kendaraan yang akan belok kiri menuju Jakarta di ramp nomor 3. Solusinya, menurut Thomas, kendaraan yang mengarah ke Cikampek diseberangkan dulu ke timur, menyeberangi jembatan Kalimalang, kemudian putar balik di akses tol Kalimalang. ”Nanti masuk lagi ke tol lewat gerbang tol Kalimalang 2,” papar Thomas.

Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menuturkan, setiap pembangunan tol selalu menggerakkan perekonomian wilayah sekitarnya. ”Apalagi, itu tol di Jakarta, pusat bisnis. Pertumbuhan ekonomi di kanan-kiri JORR sangat cepat,” katanya.

Dia menjelaskan, tol JORR yang mengitari ibu kota benar-benar beroperasi penuh sejak 2014. Saat ini pembangunan pusat bisnis dan hunian seperti apartemen terus bermunculan di JORR sisi selatan. Mulai kawasan TMII hingga Pondok Indah.

Kemudian, JORR di sisi barat seperti Meruya dan sekitarnya juga memacu geliat pusat-pusat bisnis dan hunian. Djoko menuturkan, pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta harus secepatnya mengantisipasi bergeliatnya pusat bisnis dan hunian di kanan-kiri JORR. ”Persoalannya (yang harus diantisipasi, Red) adalah angkutan atau transportasi umum,” jelasnya.

Jika tidak diantisipasi, Djoko khawatir tol JORR yang mengitari sisi luar Jakarta menjadi sumber kemacetan. Kemacetan berpotensi terjadi di JORR karena tingginya hunian di sekitarnya.

Karena itu, dia berharap ke depan semakin banyak kendaraan transportasi umum yang bisa melalui tol. Dia membantah bahwa banyaknya transportasi umum yang masuk tol malah membuat pengelola tol merugi. Djoko mengatakan, dengan transportasi umum, arus kendaraan di JORR lebih lancar. Nah, dengan arus yang lancar, kendaraan yang melintas semakin banyak. ”Berbeda kalau kondisinya macet,” jelasnya.

Dia mencontohkan, jika tidak ada antisipasi yang bagus, tol JORR sisi selatan maupun barat bisa sering mengalami kemacetan parah seperti tol Kebon Jeruk pada jam kerja. Pemicunya, di sepanjang tol Kebon Jeruk sampai Tangerang, hunian begitu padat. Sementara itu, sarana transportasi umumnya minim. Mumpung saat ini tol JORR sisi barat relatif jarang macet, Djoko berharap upaya antisipasi dilakukan sejak dini.

Tak Mudik Tetap Asyik

TIDAK semua perantau di Jakarta dan sekitarnya bisa mudik atau pulang kampung pada Lebaran kali ini. Namun, mereka tak perlu gusar atau galau. Di ibu kota, tak mudik tetap asyik karena banyak titik pariwisata menarik yang tidak jauh dari akses jalan tol JORR.

Pada sisi barat bagian utara Jakarta, ada Taman Wisata Alam Mangrove di kawasan Angke Kapuk. Lokasinya tidak jauh dari ujung ruas tol JORR yang bertemu dengan ruas tol Prof Sedyatmo. Luas area wisata alam tersebut sekitar 99,82 hektare. Sesuai dengan namanya, wisata alam itu didominasi tanaman mangrove atau dikenal hutan bakau.

Setelah saban hari warga Jakarta diliputi penat dan polusi serta kemacetan, berlibur ke wisata alam mangrove merupakan obat mujarab. Sebab, pengunjung akan menghirup udara segar.

Spot wisata lain yang tidak jauh dari akses tol JORR adalah kebun binatang legendaris Ragunan. Untuk mencapai kebun binatang itu, pengguna jalan tol JORR bisa keluar di sepanjang Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan. Primadona kebun binatang yang berdiri sejak 1864 tersebut adalah gorila. Selain itu, di kebun binatang tersebut ada wahana khusus primata.

Bergeser ke timur lokasi wisata yang mepet jalur tol JORR, terdapat Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di tempat itu, pengunjung bisa melihat pulau-pulau di Indonesia, tetapi dalam ukuran mini. Setiap Lebaran, Ragunan maupun TMII selalu dipadati pengunjung. Kebanyakan di antara mereka adalah warga Jakarta dan sekitarnya yang setiap tahun tidak pusing dengan rutinitas mudik.

Salah seorang warga sekitar Jakarta yang tidak mudik adalah Dian Warastuti. Dia membenarkan bahwa setiap Lebaran, tempat wisata seperti taman mangrove, Kebun Binatang Ragunan, dan TMII selalu menjadi jujukan warga Jakarta. Kemudian, Ancol, yang tidak terlalu dari tol JORR, juga menjadi jujukan warga ibu kota. Umumnya warga Jakarta dan sekitarnya berekreasi pada hari kedua Lebaran atau hari-hari berikutnya.

Direktur Utama PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) Ricky Distawardhana mengatakan bahwa daripada arus mudik, JORR lebih sering melayani warga Jakarta yang melakukan aktivitas silaturahmi, berlibur, maupun berziarah ke makam keluarga ketika masa Lebaran.

Apalagi, di akses JORR, ada beberapa tempat pemakaman umum (TPU) besar. Misalnya, TPU Joglo, Roudlotul Jannah, Tanah Kusir, Jeruk Purut, dan Pondok Kelapa.

(tau/wan/c11/kim)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up