JawaPos Radar

Genjot Ekspor Minyak Goreng, Menperin Berencana Memberi Insentif

13/07/2018, 17:13 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Genjot Ekspor Minyak Goreng, Menperin Berencana Memberi Insentif
Ilustrasi proses produksi minyak goreng. (Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI))
Share this image

JawaPos.com - Indonesia terus berupaya menggenjot komoditas ekspor. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki neraca perdagangan. Hingga Juni 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit USD 790 juta. Salah satu produk yang digenjot tersebut adalah minyak goreng.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengusulkan agar dana pungutan sawit diturunkan. Sebab, tarif tersebut selama ini dirasakan turut berpengaruh terhadap kuantitas ekspor.

Di sisi lain, peningkatan ekspor ini guna mengantisipasi perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang bisa berimbas pada semakin besarnya produk impor yang masuk ke Indonesia.

"Kami minta mereview ekspor minyak goreng, bea yang ditarik iuran BPDP-nya itu agar diturunkan sehingga ekspornya bisa meningkat," jelas Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/7).

"Ini tujuannya tentu untuk mendorong ekspor," tambahnya.

Lebih lanjut, saat ini ada dua pertimbangan insentif yang diberikan. Pertama, dana pungutan terhadap sawit diturunkan. Kedua, kewajiban  iuran agar ekspor benar-benar dihilangkan.

"Jadi kalau kita bicara yang dikenakan iuran BPDP kan proses pertama, CPO. Proses hilir itu ada minyak goreng, ada produk turunan lain, kemudian ada juga disitu fatty alcohol, ada macam-macam. Kalau fatty alcohol dan yang lain enggak kena, ya tentu minyak goreng yang juga termasuk produk hilir sewajarnya itu diangkat agar ekspornya meningkat," tutup dia.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up